Kandasnya Kapal Berbendera Iran Bikin Nelayan Batam Kesulitan Melaut

Avatar photo
Kapal Berbendera Iran, Mv Shahraz. Foto : Nio/BI

Bataminfo.co.id, Batam – Kapal kontainer berbendera Iran, masih tersangkut pada bebatuan karang di sekitaran Perairan Batu Berhenti, Belakangpadang, Kota Batam. Proses penarikan keluar dari titik kandasnya tersebut, terus diupayakan.

Berdasarkan catatan BATAMINFO, memasuki Jum’at (19/06/2020) hari ini, maka genap 38 hari sudah lamanya kapal dengan nama lambung MV Shahraz itu bertengger tanpa banyak bergeser.

Lambannya penanganan kapal ini ternyata menimbulkan kerugian tersendiri bagi masyarakat nelayan. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Camat Belakangpadang, Yudi Admajianto.

“Belum lama saya ada terima laporan kalau kandasnya kapal itu dikeluhkan masyarakat nelayan. Bahkan mereka sempat mendatangi Kantor Kecamatan, tapi akhirnya diarahkan ke KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun,” kata Yudi Admajianto, dihubungi melalui sambungan seluler.

Yudi mengungkapkan, puluhan nelayan tersebut tergabung dalam Persatuan Nelayan Tangkap Hiterlend (Pelantar). Di mana pada saat itu mereka kompak bereaksi karena sejak kandas pertama kali kapal sedikitpun belum juga ada pergerakan.

Selain itu posisi kapal ini juga telah mengganggu alur pelayaran perahu nelayan. Sekaligus menduduki titik perairan yang tergolong sangat potensial akan tangkapan ikan dan kepiting.

“Mereka (nelayan) sudah biasa mancing di sana atau menebar bubu (perangkap kepiting). Namun semenjak kandasnya kapal itu tangkapan berkurang dan mereka harus pergi melaut lebih jauh dari biasanya,” terangnya.

Lanjut dia mengatakan, kalau soal kapal kontainer ini sedari awal memang sudah diserahkan pihaknya sepenuhnya kepada petugaa berwenang.

Namun demikian, untuk keluhan warga terdampak akan tetap diterimanya untuk dilanjutkan kepada pihak-pihak terkait yang bertanggungjawab atas kapal tersebut.

“Kebetulan saya sedang tidak berada di tempat waktu itu. Laporan baru sampai ke meja saya beberapa jam setelahnya. Kalau untuk hasil mereka protes kemarin mungkin lebih bagus tanya ke KSOP langsung saja ya,” jelasnya.

Sebelumnya, Kapal kontainer ini diketahui kandas sekira pukul 02.32 wib dinihari. Sejumlah pihak telah melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi kejadian. Tidak ketinggalan juga tim Basarnas yang hendak melalukan evakuasi terhadap 25 kru kapal merupakan Warga Negara Asing (WNA).

Namun demikian saat hendak dijemput, kru kapal enggan dievakuasi dan memilih tetap berada di atas kapal sampai tumpangannya itu berhasil ditarik keluar dari posisi kandasnya. (nio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *