Bataminfo.co.id, Batam – Pergulatan panjang Aliansi Buruh Batam menuntut kenaikan UMK Kota Batam belum juga menemukan titik terang.
Desas desus akan berlanjutnya aksi masih terdengar, walaupun pada hari ke-4 ini para massa aksi tidak terlihat di depan Gedung Graha Kepri, Batam Centre, Kota Batam, Kamis (9/12/2021).
Ketua FSPMI Kota Batam, Ramon menyatakan, peniadaan aksi pada hari ke-4 ini merupakan instruksi pihaknya selaku petinggi aliansi buruh.
“Anggota antusias mau turun, tapi belum kami instruksikan,” papar Ramon kepada Bataminfo.co.id, Kamis siang.
Pihaknya menjelaskan, instruksi tidak turun kejalan hari ini berubah menjadi intruksi agar seluruh anggotanya baik pimpinan PUK/PK tiap pabrik melakukan konsolidasi-konsolidasi ditingkat pabrik dan melakukan diskusi bersama pihak manajemen pabrik.
Disamping itu pihaknya mengungkapkan rasa kekecewaan mendalam terhadap Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, yang hingga saat ini tak kunjung mau menemui Aliansi Buruh walau telah dilakukannya Demonstrasi di Batam maupun Tanjungpinang.
“Kemarin ada dua tempat aksi yaitu Graha Kepri dan pimpinan pimpinan aliansi 20 orang aksi ke dompak Kantor Gubernur. Aksi kami sebagai pimpinan di kantor Gubernur selesai tadi sekitar pukul 11.00 saing, dan kami harus kembali ke Batam dengan kecewa dan sakit hati tidak bisa bertemu dengan gubernur,” keluhnya.
Lebih rinci pihaknya menjabarkan, upaya demi upaya dilakukan agar dapat menjumpai Ansar Ahmad, namun Gubernur seolah kabur ketika pihaknya menunggu di Dompak kemarin.
“Kemarin kami tahu Gubenur sedang ada kegiatan di aula belakang Kantor Gubernur, (dapat) info dari penerima tamu. Kami tunggu tapi Gubernur keluar tidak melalui pintu utama kantor gubernur, Hingga malam hari kami di dompak, gubernur tetap tidak mau menemui kami,” kesalnya.
Pihaknya berharap, perlakuan yang terkesan tidak menghormati para petinggi Aliansi buruh tersebut segera dihentikan oleh Gubenur Kepri. Serta menyegerakan pertemuan antara Gurbernur dan buruh dalam waktu dekat.
“Kami berharap gubernur menemui kami atau memanggil kami untuk berdiskusi mengenai pencabutan kasasi dan revisi SK 1373 tentang UMK batam 2022. Tapi jika hal itu tidak terjadi, antusias anggota aliansi sp/sb untuk keluar dari pabrik pabrik sangat tinggi karena mereka sudah marah. Aksi yg lebih besar lagi dan penuh kreatifitas akan dipersiapkan,” tegas Ramon. (Bora)











