Batam  

Bertahan Hidup Dalam Gelap, Sejumlah Anak Sekolah di Ruli Hupseng Kesulitan Belajar Karena Tak Ada Listrik

Avatar photo
Rumah Liar (Ruli) Hupseng, Batam Center. Foto: Non/BI

Bataminfo.co.id, Batam – Sejumlah anak sekolah yang tinggal di Rumah Liar (Ruli) Hupseng, Batam Center mengalami kesulitan saat mengikuti aktivitas belajar dari rumah selama Pandemi. Bagaimana tidak, warga di lokasi ini ternyata sudah cukup lama hidup tanpa alat penerangan (listrik).

Memang diakui, puncak kesulitan semakin dirasakan saat pandemi covid melanda dan berimbas kepada anak – anak sekolah. Para siswa terpaksa harus belajar dari rumah (Learn from home). Meski demikian, siswa tetap dibebankan kuota internet selain itu juga dibutuhkan handphone yang memadai demi bisa mengikuti proses belajar dengan baik. Sementara kondisi di Ruli Hupseng ini tanpa listrik, sehingga para siswa disini kesulitan mengecas handphonenya.

“Sekolah online itu susah, karena disini listrik nggak ada kak. Aku nggak punya HP jadi pake HP orangtua. Beli kuotanya aja susah. Berharap biar bisa diperhatikan Pemerintah karena kami ingin belajar,” tutur Marwah, Siswi kelas 5 SD Negeri 007 Batam, kepada Bataminfo.co.id, Senin (11/10/2021).

Hal senada juga dituturkan oleh Diva salah satu siswi yang berada di bangku kelas 3, SD Negeri 005 Bengkong Indah, Batam
yang turut merasakan kesulitan hidup dan belajar tanpa listrik. Ketika ditanya, Diva mengaku kesusahan mengikuti proses belajar dalam kondisi yang demikian.

“Susah belajarnya karena nggak ada listrik. Aku kerjain tugas pinjem HP orangtua tapi ngecasnya harus numpang..numpang dulu. Semoga ada dapat bantuan dari Pemerintah biar bisa ngecas HP jadi nggak susah lagi belajar,” ucap Diva.

Siswi Sekolah Dasar ini juga sempat menyebut bahwa selain listrik, mereka juga mengalami kesulitan air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Air aja susah. Biasa kami harus ambil air pake jerigen dulu di Baloi,” lanjutnya.

Gusniati dan sang suami, warga setempat berharap Pemerintah segera layangkan pandangan ke pemukiman kecil ini agar kesulitan mereka dapat berakhir dengan adanya bantuan listrik dan air sebagai kebutuhan pokok.

“Kami berharap yah secepatnyalah ada air dan listrik. Karena memang itu sangat diperlukan saat ini. Kayak listrik, anak – anak kan susah belajarnya, karena harus numpang cas dulu,” harapnya. (Non)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *