WNA Tewas, Awak Media Dilarang Meliput di Pollux Habibie

Avatar photo

Bataminfo.co.id, Batam– Ketegangan mewarnai jalannya proses evakuasi penemuan mayat di Lantai 38, Tower 2 Bluhen, Apartemen Pollux Habibie, Batam Center, Senin malam (8/6/2026) malam.

Keributan nyaris pecah ketika sejumlah awak media yang hendak menjalankan tugas jurnalistiknya dihalang-halangi secara ketat oleh pihak pengelola dan petugas keamanan (sekuriti) apartemen.

Aksi saling dorong dan adu mulut sempat terjadi di area luar gedung. Pihak keamanan apartemen berdalih menjaga privasi penghuni, namun sikap represif dan penutupan informasi yang berlebihan justru memicu tanda tanya besar di kalangan jurnalis, Ada apa sebenarnya di balik dinding Tower Bluhen?
Sikap tertutup dari pihak manajemen apartemen ini dinilai tidak wajar, mengingat insiden ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Publik Batam langsung mengaitkan kejadian malam ini dengan peristiwa yang baru saja berselang beberapa hari sebelumnya.

Hanya berselang tiga hari, tepatnya pada Kamis (4/6/2026), sesosok jasad WNA lansia asal Singapura juga ditemukan meninggal dunia di unit apartemen kawasan Pollux Habibie tersebut.

Kini, pada Senin malam (8/6/2026), sesosok mayat wanita WNA Singapura berinisial L (kelahiran 1967) kembali ditemukan tak bernyawa di Tower 2 Bluhen lantai 38. Beruntunnya kasus kematian warga asing dari negara yang sama di lokasi yang sama dalam waktu sesingkat itu tentu melahirkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
Sejak beredarnya informasi penemuan mayat wanita berinisial L tersebut, para jurnalis dari berbagai media massa di Batam langsung berdatangan untuk mencari konfirmasi visual maupun data di lapangan.

Namun, sesampainya di area lobi dan akses menuju tower, petugas keamanan langsung memasang barikade ketat. Awak media dilarang keras mengambil gambar, saat jenazah dibawa keluar oleh petugas menuju mobil ambulance.

“Kami hanya menjalankan tugas jurnalistik dan ingin mencari kebenaran informasi. Sikap pengelola yang menutup-nutupi seperti ini justru membuat kasus ini semakin mencurigakan dan menimbulkan kesan ada hal besar yang sedang disembunyikan,” ujar salah satu wartawan di lokasi kejadian.
Hingga menjelang tengah malam, jasad wanita berinisial L akhirnya berhasil dievakuasi keluar melalui pintu darurat apartemen dan langsung dilarikan ke rumah sakit Bayangkara untuk keperluan autopsi.

Rentetan kematian beruntun para ekspatriat Singapura di apartemen mewah ini kini menyisakan teka-teki besar. Hingga berita diturunkan, tim awak masih berada di lokasi kejadian.