‎Krisis Air di Batam Center: “Mati Total, Kami Terpaksa Mandi Pakai Air Galon!”

Avatar photo
dok Arsip IG ABH


‎Bataminfo.co.id, Batam – Jeritan frustrasi menggema dari warga Batam Center. Fasilitas dasar yang seharusnya mengalir lancar, kini justru mampet total. Distribusi air dari Air Batam Hilir (ABH) yang terhenti total memaksa warga memutar otak demi bisa bertahan hidup, termasuk merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air galon kemasan.

‎Dalam Postingan di media sosial ABH memposting matinya air diwilayah Batam Centrre masih terus berlanjut:

‎UPDATE INFORMASI

‎’Saat ini pekerjaan perbaikan kebocoran pipa di Depan Informa, Simpang Kepri Mall masih berlangsung.

‎Kami terus mengupayakan agar perbaikan dapat segera diselesaikan dan aliran air kepada pelanggan kembali normal.

‎Permohonan maaf kami sampaikan atas ketidaknyamanan yang terjadi.’

‎Beragam komentar penderitaan warga membanjiri kolom komentar di akun Instagram ABH,

‎Penderitaan ini salah satunya disuarakan oleh akun Instagram @mina_11 di kolom komentar akun resmi ABH. Ia mengaku keluarganya kini berada dalam kondisi memprihatinkan akibat kelangkaan air di kawasan Dutamas.

‎”Kami terpaksa beli air galon untuk memenuhi kebutuhan. Saat ini sudah habis 4 galon hanya untuk cuci muka dan buang air, itu pun belum bisa mandi! Air mati total di daerah Dutamas,” keluhnya dengan nada getir.

‎Bukan hanya krisis air yang membuat darah warga mendidih, melainkan juga sikap “bisu” dari pihak pengelola. Layanan pelanggan yang diharapkan menjadi solusi, justru dinilai lepas tanggung jawab dan mengabaikan keluhan publik.

‎Akun @Evanescentics meluapkan amarahnya yang memuncak akibat buruknya respons customer service ABH.
‎”Call center ditelepon tidak merespons, disuruh tunggu. Di WhatsApp juga sama, di DM (Direct Message) pun tidak ada jawaban. Bikin emosi!” tulisnya, lengkap dengan deretan emoticon marah.

‎Saking kecewanya dengan pelayanan yang dinilai bobrok, warga mulai memplesetkan singkatan perusahaan tersebut sebagai bentuk protes keras.

‎”ABH (Air Batam Hancur)!” cibir akun @nita_sari1212, mewakili kekecewaan mendalam seluruh warga yang hak dasarnya terabaikan.