Sosok Agung Widodo, Pejabat Berpengalaman Penindakan yang Dipercaya Pimpin Bea Cukai Batam

Avatar photo
Ket foto:agung widodo

Bataminfo.co.id,Jakarta – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, resmi melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), dalam prosesi yang digelar di Jakarta, Rabu (28/1/2026) sore.

Dalam pelantikan tersebut, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Zaky Firmansyah, resmi dipindah tugaskan dan dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara.

Sementara itu, posisi Kepala Bea Cukai Batam kini dijabat oleh Agung Widodo, S.Sos, yang sebelumnya bertugas sebagai Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta. Agung Widodo dijadwalkan akan dilantik secara resmi sebagai Kepala Bea Cukai Batam pada 2 Februari 2026.

Agung Widodo dikenal sebagai pejabat berpengalaman di bidang penindakan dan penyidikan. Saat ini ia juga tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan DJBC, serta aktif sebagai narasumber dalam berbagai forum nasional, salah satunya terkait komitmen pemberantasan peredaran rokok ilegal di Indonesia.

Dalam beberapa kesempatan, Agung Widodo menegaskan komitmen Bea Cukai untuk terus menggempur peredaran rokok ilegal melalui penguatan pengawasan, penindakan tegas, serta sinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.

Dari sisi pendidikan, Agung Widodo menempuh jenjang Magister (S2) di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN), yang memperkuat kapasitas kepemimpinannya di lingkungan birokrasi.

Dalam sambutannya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa para pejabat yang baru dilantik harus bekerja lebih keras untuk memastikan penerimaan negara dari sektor pajak dan cukai dapat dioptimalkan secara maksimal.

“Jadi pada dasarnya, Anda semua harus berjuang lebih keras untuk memastikan pengumpulan pajak kita, ataupun cukai kita, bisa lebih optimal,” ujar Purbaya.

Ia mengungkapkan bahwa rotasi dan perombakan pejabat dilakukan secara menyeluruh, baik di pelabuhan-pelabuhan besar maupun di jajaran inti pusat. Langkah ini merupakan bentuk penyegaran sekaligus peringatan agar tidak ada lagi praktik yang berpotensi merugikan negara.

“Ini saya sengaja kocok semuanya di seluruh pelabuhan besar dan pemain inti di pusat, supaya ada pencerahan dan pemahaman bahwa ke depan kita tidak boleh main-main lagi,” tegasnya.

Purbaya juga menekankan bahwa seluruh pejabat di posisi baru akan berada di bawah pengawasan ketat, dan Kementerian Keuangan tidak akan ragu melakukan penataan ulang apabila ditemukan kinerja yang tidak optimal atau indikasi pelanggaran. (***)