Bataminfo.co.id, Batam – Bidang pendidikan Organisasi Profesi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam memggelar pelatihan Literasi dan pelatihan jurnalistik bagi sekolah di SMPN 52 kota Batam, pada Senin, (12/1/26).
Dengan penuh semangat, Pemateri Harment Aditya yang merupakan salah satu dari dari anggota Bidang Pendidikan PWI Batam ini, membagikan pengalaman manis, yang dilandasi oleh rasa peduli terhadap mutu dan kualitas pendidikan di Kota Batam saat ini.
Berdasarkan survei dari Studi Most Littered Nation in the World 2022, dari 61 negara, Indonesia menempati urutan ke-60 berada dibawah Thailand (59) dan diatas Bostwana (61).
Artinya, minat baca Indonesia terendah, bahkan di Asean masih sangat jauh. Dari 1000 anak hanya 1 orang yang suka membaca. Hal inilah yang mendorong Jurnalis PWI untuk berbagi ilmu serta motivasi kepada para pelajar.
Kegiatan pelatihan Literasi dan pelatihan jurnalistik yang ini diikuti sebanyak 115 peserta yang dihadiri oleh Siswa-siswi SMPN 52 kota Batam terdiri dari kelas 7, 8 dan 9, bertempat di Perum Botania Garden, Batam kota, kota Batam kepulauan Riau. Ruang Laboratorium Sekolah.
Kepala Sekolah Drs. Edison membuka kegiatan pelatihan ini dengan penuh semangat. Baginya, kehadiran PWI Batam bukan hanya sekedar pelatihan singkat, melainkan energi baru bagi program literasi yang telah lama tumbuh disekolah yang sudah berdiri sejak tahun 2014 ini.
“Sebelumnya kegiatan Literasi disekolah SMPN 52 ini telah berjalan baik setiap minggunya. Dimana setiap murid diajarkan untuk tampil dan bercerita tentang kebudayaan yang ada di provinsi Kepri juga
membuat rangkuman dari bahan cerita tersebut”, ungkap Edison.
Pihaknya juga berhatap bagi para peserta untuk betul-betul memperhatikan materi yang disampaikan dan ikuti dengan serius demi masa depan.
Kegiatan Workshop Literasi dan Pelatihan Jurnalistik ini sejalan dengan semangat HPN 2026 yang akan digelar di Serang, Banten, 9 Februari mendatang. Dukungan pun datang dari Dinas Pendidikan Kota Batam melalui arahan Kepala Dinas Pendidikan, Hendri Arulan, yang mendorong PWI Batam untuk aktif melakukan literasi dan pelatihan jurnalistik di sekolah-sekolah.
Pada sesi kedua, Harment juga mengajak siswa mengenal dunia jurnalistik sekolah: apa itu jurnalis, bagaimana menyusun berita, teknik wawancara, hingga latihan menulis.
“Pelatihan jurnalis idealnya berjalan dua tahun. Namun semoga pelatihan singkat ini benar-benar memberi manfaat,” pungkasnya.
Ketua PWI Kota Batam, M. A. Khafi Anshary, yang hadir membuka kegiatan, menegaskan bahwa pendidikan adalah kerja kolektif. Bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
“PWI hadir untuk menggiatkan kembali minat baca di kalangan pelajar agar tidak sampai redup,” ujar Khafi.
Khafi juga mengingatkan pentingnya literasi di tengah derasnya arus informasi digital.
Menurutnya, kemampuan membaca secara kritis menjadi tameng utama agar pelajar dan guru tidak mudah percaya pada informasi media sosial yang belum terverifikasi.
“Literasi yang baik akan membantu kita memilah informasi dan terhindar dari hoaks,” tegasnya.
Selanjutnya, pemateri Harment memaparkan kegiatan pelatihan ini dalam dua sesi.
Untuk sesi pertama, materi tentang Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Diharapkan dengan Literasi anak akan semakin pandai karena membaca adalah jendela dunia.
Dengan buku menjadikan kita cerdas, jangan biarkan bukunya menangis di perpustakaan karena kecenderungan anak terhadap gadget.
Kondisi dunia yang serba digital saat ini,
menjadikan minat berpikir siswa berkurang, karena murid kurang diajari kompetisi secara akademik. Sehingga pelatihan Literasi ini perlu terus digerakkan,” kata Harment.
Dari uraian data tersebut, didapati kondisi yang berbanding terbalik dengan infrastruktur bacaan yang cukup baik, menurut survei Indonesia menempati posisi terbaik dalam pengadaan fasilitas ruang bacaan dengan perpustakaan yang memadai, ucapnya.
Berikut beberapa tips untuk menyukseskan GLS di sekolah :
1. Pembiasan membaca dari guru dan mengajak siswa
2. Referensi buku di perpustakaan memudahkan akses siswa
3. Pemberdayaan mading dengan berbagai info
4. Membiasakan siswa membuat resume setiap kegiatan dalam bentuk portofolio
5. Membuat sudut baca
6. Membuat pohon Literasi terkait keinginan siswa
7. Membuat poster berisi ajakan motivasi
8. Membuat papan karya Literasi
9. Membuat lomba Literasi
10. Mengadakan seminar seperti bedah buku atau Workshop antar kelas
11. Membuat majalah atau tabloid yang mengajak siswa ikut terlibat membuat karya tulis.











