Bataminfo.co.id, Batam – Aliansi Buruh di Kota Batam kini telah memenuhi sekitar Wilayah Kantor Pemerintah Kota (PEMKO) dan DPRD Kota Batam untuk melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (28/8/25) pagi.
Massa berorasi di depan Kantor Pemko Batam dan meminta kepada Walikota Batam agar keluar untuk menemui mereka.
Diketahui, massa yang berjumlah ratusan hingga ribuan ini turun ke jalan dengan membawa sejumlah poster dan spanduk yang berisikan poin-poin aspirasinya.
Hari ini, ada tiga titik yang akan menjadi lokasi untuk menyampaikan aspirasi mengenai isu-isu penting oleh para Buruh.
Hal itu disampaikan oleh Ketua KRB, Yapet Ramon kepada awak media pada beberapa waktu lalu saat diwawancarai.
“Iya, ada tiga titik yaitu di Kantor Walikota Batam, Graha Kepri Kantor Pemerintahan Provinsi Kepri dan PT Djitoe Mesindo Tanjung Uncang,” kata dia.
Sementara di sekitar lokasi tersebut, tampak telah terpasang kawat duri serta sejumlah personil Aparat Kepolisian dan Satpol PP yang turut mengawal aksi unjuk rasa oleh para Demonstran.
Informasi sementara, beberapa perwakilan dari para Buruh saat ini sudah berada di dalam Gedung Pemko Batam untuk berdiskusi.
Adapun sembilan tuntutan dari para pendemo antaralain; hapus outsourching dan tolak upah murah, Stop PHK, bentuk Satgas PHK, reformasi pajak perburuhan, sahkan RUU jetenagakerjaan tanpa omnimbuslaw.
Selain itu, buruh juga mengangkat isu terkait pemberantasan korupsi dengan mengesahkan RUU perampasan aset, revisi RUU pemilu, manajemen tandatangi dan daftarkan PKB PT Djitoe Mesindo, hapus UWTO <200 m² karena memberatkan masyarakat, dan pembinaan K3 di Kota Batam.











