UMKM Ganet Menjerit, Harap Perhatian Pemerintah Kota Tanjungpinang

Avatar photo
Ket foto : salah satu umkm di ganet

Bataminfo.co.id, Tanjungpinang – Di tengah geliat aktivitas ekonomi yang seharusnya kembali bangkit, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Ganet, Kota Tanjungpinang, justru menghadapi kondisi yang semakin sulit. Kenaikan harga barang dan menurunnya daya beli masyarakat menjadi dua pukulan utama yang dirasakan langsung oleh para pedagang.

Salah seorang pedagang mengungkapkan bahwa harga barang yang harus dibeli untuk dijual kembali kini semakin mahal. Kondisi ini membuat keuntungan yang diperoleh tidak lagi sebanding dengan modal yang dikeluarkan. Bahkan, untuk sekadar bertahan hidup dan membayar biaya lapak, sebagian pedagang terpaksa menggunakan uang pribadi, bahkan berutang.

“Sekarang ini hasil jualan tidak sesuai dengan apa yang dibelanjakan. Untuk bayar lapak saja kadang harus pakai uang pribadi. Yang penting bisa bertahan hidup saja sudah bersyukur,” ujar Hendri Senin 23 Maret.

Menurut Hendri, kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh segelintir pedagang. Ia memperkirakan sekitar 90 persen pelaku UMKM di wilayah tersebut terdampak, sementara hanya sebagian kecil yang masih bisa bertahan dengan kondisi yang lebih baik.

Kesulitan juga dirasakan dalam hal permodalan. Hubungan dengan pihak perbankan yang sebelumnya menjadi penopang usaha kini mulai terganggu. Dalam satu tahun terakhir, banyak pedagang mengalami kendala dalam pembayaran, bahkan sebagian mulai mengalami kredit macet. Hal ini semakin mempersempit ruang gerak mereka untuk mengembangkan usaha.

“Dulu kami masih bisa mengandalkan bank, tapi sekarang sudah sulit. Barang yang ingin diambil pun tidak terjangkau karena kondisi ekonomi,” Cetus Hendri.

Di sisi lain, para pedagang mengaku berada dalam posisi serba salah. Mereka merasa terdampak, namun enggan secara terbuka menyalahkan pemerintah. Meski demikian, harapan besar tetap disematkan kepada pemerintah Kota Tanjungpinang agar segera mengambil langkah nyata.

“Kami tidak tahu pasti di mana masalahnya, tapi yang jelas kami butuh solusi. UMKM ini juga bagian dari aset pemerintah. Kalau kami terdampak, tentu pemerintah juga ikut terdampak,” katanya.

Hendri mengaku Para pelaku UMKM berharap adanya bantuan, baik secara moral maupun material, serta kebijakan yang mampu mendorong pemulihan ekonomi, khususnya setelah momentum Lebaran. Mereka menilai, pergerakan dari pemerintah sangat dibutuhkan agar kondisi ekonomi masyarakat bisa kembali stabil.

Sebagai penutup, pedagang tersebut menyampaikan pesan penuh harap kepada pemerintah. Ia berharap adanya langkah cepat untuk memulihkan kondisi ekonomi masyarakat, mulai dari pedagang kecil hingga besar.

“Kalau rakyat sakit, pemerintah juga pasti merasakan. Tapi kalau rakyat sehat, negara juga akan ikut sehat. Kami hanya ingin ekonomi ini cepat pulih, supaya kami bisa kembali bangkit,” tutupnya.(Iskandar)