Turun ke Pasar Fanindo, Cak Nur Siap Atur Ulang Kebijakan Harga dan Fasilitasi Pertanian

Avatar photo

Bataminfo.co.id, Batam – Calon Walikota Batam, Cak Nur, turun langsung menyapa masyarakat dengan melakukan kunjungan ke Pasar Fanindo, Batu Aji, pada Minggu pagi, 13 Oktober 2024. Kunjungannya bertujuan untuk mendengar langsung keluhan dari para pedagang terkait tantangan yang mereka hadapi, terutama soal persaingan tidak sehat antara pasar resmi dan pasar kaget.

Keluhan utama yang disampaikan para pedagang adalah tentang ketimpangan harga antara pedagang pasar resmi dan pedagang pasar kaget. Pasar kaget yang tidak dikenakan pajak bisa menjual barang dengan harga lebih murah, sementara pedagang di pasar resmi harus membayar pajak, yang membuat harga produk mereka menjadi lebih tinggi. Kondisi ini menyebabkan penurunan jumlah pembeli di pasar resmi seperti Pasar Fanindo. Mereka berharap agar pemerintah segera mengeluarkan kebijakan yang dapat memberikan keadilan bagi mereka.

Menanggapi hal tersebut, Cak Nur menegaskan bahwa salah satu fokus kebijakannya ke depan adalah pemerataan harga antara pedagang pasar resmi dan pasar kaget.

“Kami akan menyusun kebijakan pemerataan harga yang bisa memberikan kepastian dan keadilan bagi para pedagang di pasar resmi. Pemerintah harus memastikan bahwa pasar kaget juga mengikuti aturan sehingga persaingan bisa lebih sehat,” ujar Cak Nur.

Selain itu, Cak Nur juga menekankan bahwa ke depannya pemerintah perlu lebih ketat dalam mengatur pasar kaget, terutama terkait regulasi pajak dan izin usaha, agar tidak merugikan pedagang pasar resmi.

Selain masalah persaingan harga, para pedagang sayur di Pasar Fanindo juga menyuarakan keprihatinan mereka terkait dukungan untuk petani lokal. Menurut mereka, sayuran yang dihasilkan petani lokal lebih segar dan berkualitas dibandingkan sayuran yang didatangkan dari luar daerah, dengan harga yang lebih terjangkau.

Cak Nur menanggapi dengan menyatakan dukungannya terhadap petani lokal. Ia menekankan bahwa keberadaan pertanian dan perkebunan lokal sangat penting untuk ketahanan pangan di Batam, meskipun lahan pertanian di kota ini sangat terbatas.

“Kualitas sayur-mayur dari petani lokal kita lebih baik karena lebih segar dan sehat katanya (para pedagang sayur). Maka dari itu kita harus mendukung mereka. Meski Batam memiliki keterbatasan lahan, kami akan berusaha menyediakan lahan yang cukup untuk pertanian dan perkebunan agar petani kita bisa terus berkembang,” ujar Cak Nur.

Ia juga menegaskan bahwa pengadaan lahan untuk pertanian dan perkebunan akan menjadi salah satu prioritas kebijakannya jika terpilih sebagai Walikota Batam.