Bataminfo.co.id, Batam – Nasib pilu menimpa seorang wanita berinisial WD (28). Harapannya untuk mendapatkan sisa uang belanja bulanan dari sang kekasih justru berujung pada tindak penganiayaan fisik dan mental yang berat.
Peristiwa kekerasan ini terjadi pada Minggu, 24 November 2025, di sebuah rumah indekos Penuin, Lubuk Baja, Kota Batam, yang mana lokasi tersebut merupakan tempat WD tinggal bersama kekasihnya, AKN, seorang duda yang telah dipacarinya selama enam bulan terakhir.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Tagihan Jatah Bulanan
Insiden bermula ketika WD pulang dari tempat karaoke dan menuju kamar kosnya. Karena kebutuhan mendesak dan jatah bulanan bulan November yang belum lunas, WD menagih kekurangan uang sebesar Rp2,5 juta dari total Rp5 juta yang biasa dijanjikan AKN.
Namun, situasi memanas. AKN yang saat itu diduga berada di bawah pengaruh alkohol dan sedang stres akibat masalah pekerjaan, tersulut emosi.
”Keadaan dia ada minum (alkohol) juga, mungkin tersulut emosi saat saya tanya. Alasannya kerjaan dia macet,” ungkap WD saat memberikan keterangan, Kamis(11/12/25) di Polsek Lubuk Baja.
Cekcok mulut tak terhindarkan hingga suara mereka mengganggu tetangga kamar. AKN kemudian mengunci WD di luar kamar. Karena tidak memiliki tempat tinggal lain dan barang-barangnya ada di dalam, WD menggedor pintu meminta masuk.
Pukulan Mentah di Pelipis
Saat pintu dibuka, bukan sambutan hangat yang diterima WD. AKN langsung mencengkeram bahu kanan korban, memukul bagian pelipis, dan mendorong tubuh wanita tersebut hingga terhempas ke dinding dan jatuh ke lantai.
”Dia pegang bahu kanan saya, terus meninju bagian pelipis sampai saya terdorong ke dinding dan jatuh ke lantai,” tutur WD menahan sakit.
Kekerasan Seksual dan Mental
Kekerasan yang dialami WD ternyata bukan hanya fisik. Ia mengungkapkan fakta memilukan bahwa sehari sesudah penganiayaan puncak tersebut, ia dipaksa melayani nafsu sang kekasih tanpa ada permintaan maaf atas kekerasan yang terjadi sebelumnya.
”Satu hari setelah dia pukul, belum ada kata maaf, tapi saya dipaksa berhubungan. Itu sangat mengganggu mental saya,” akunya.
Diusir Setelah Uang Cair
WD mengaku sempat bertahan di tempat tersebut karena keterbatasan ekonomi. Ia telah berhenti dari pekerjaannya (resign) dan tidak memegang uang sama sekali. Tragisnya, setelah AKN melunasi sisa uang Rp2,5 juta pada tanggal 8 Desember, ia langsung mengusir WD dari tempat tinggal mereka.
”Tanggal 8 (Desember) dikasih sisanya, tapi saya langsung diusir. Saya baru bisa lapor ke Polsek tanggal 9 karena sebelumnya tidak punya uang dan tempat tinggal,” jelasnya.
Saat ini, WD telah melakukan visum pada tanggal 9 Desember dan kasus ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian setempat. WD berharap mendapat keadilan atas penganiayaan fisik dan trauma mental yang dialaminya.
Tragis! Tak Cuma Dianiaya karena Uang, Wanita Ini Diusir Kekasihnya Pengusaha AKN Usai Dipaksa Melayani











