Bataminfo.co.id, Batam – Gerakan Pemuda Revolusioner (GPR) Provinsi Kepulauan Riau bakal menggelar aksi lanjutan, usai diskusi yang dilakukan bersama Bright PLN Batam tak membuahkan hasil yang memuaskan.
Hal tersebut disampaikan Ketua GPR Kepri, Zulfikar, usai berdiskusi dengan pihak Bright PLN Batam saat aksi unjuk rasa, Jumat (25/3/2022) pagi.
“Kita menunggu 14 hari kerja Bright PLN Batam untuk menindaklanjuti dari tuntutan kita. Apabila tidak ditindaklanjuti, maka kami akan melakukan aksi unjuk rasa di kementarian BUMN dan PLN Pusat untuk mengevaluasi pimpinan Bright PLN Batam,” ucap Zul saat diwawancarai oleh awak media.
GPR Kepri bahkan sempat mengkritisi Bright PLN Batam yang terkesan tidak berkomunikasi baik dengan pihak developer terkait permintaan KWH di setiap perumahan terutama untuk perumahan subsidi.
“Hemat saya, harusnya Bapak bilang dulu ke mereka bahwa ini perumahan subsidi. Lihat dari pembayaran mereka saja pasti sudah tau kan bahwa itu masyarakat tak mampu. PLN ada komunikasi dengan pihak developer tidak? Kalau memang sudah ada, Tindak lanjutnya seperti apa setelah komunikasi dengan pihak developer,” ujar Zulkarnaen dalam diskusi tersebut.











