Bataminfo.co.id, Batam – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Batam Sanctus Hilarius hari ini menggelar aksi unjuk rasa di tiga titik, Senin, (28/11/24).
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Ketua PMKRI Cabang Batam, Simeon Senang kepada Tim Redaksi Bataminfo, aksi unjuk rasa ini akan dilakukan bersama warga Teluk Bakau di tiga titik yang berbeda pada hari ini.
“Kami bersama warga Teluk Bakau estimasi 1000 orang. Hari ini kami unjuk rasa di tiga titik yakni; di PT. Citra buana Prakarsa (Habour Bay), KODIM0316/Batam dan DPRD Kota Batam. Alasan aksi ini untuk menuntut ganti rugi dari pihak perusahaan yakni PT. Citra Buana Prakarsa dan juga menyoroti keterlibatan anggota TNI aktif yang berdinas di KODIM 0316/Batam,” kata Simeon.
Kata dia, tujuan pihaknya bersama warga Teluk Bakau melakukan demo di tiga titik ini adalah demi meminta keadilan dari pihak-pihak terkait mengenai hak-hak warga. Pihaknya juga tak terima dengan aksi premanisme yang diduga mengintimidasi masyarakat.
“Tujuan dari aksi ini untuk mempertanyakan, menuntut dan meminta keadilan dari pemerintah serta perusahaan terkait agar masyarakat yang terdampak bisa mendapatkan hak-hak mereka. Sampai hari ini tidak ada komunikasi langsung antara masyarakat dan pihak perusahaan terkait namun perusahaan menggunakan alat-alat negara dan jasa premanisme untuk mengintimidasi masyarakat,” kata dia.
Lagi kata Simeon, “Selama 2 tahun ini sejak tahun 2022 proses penggusuran yang dilakukan oleh PT. Citra Buana Prakarsa di Teluk Bakau tepatnya RT 02, 03 dan 04 RW 009 Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa tidak melalui proses yang seharusnya seperti sosialisasi kepada warga terlebih dahulu sebelum kegiatan penggusuran dilakukan dan di area penggusuran juga tidak ada plank papan penggusuran. Hal ini menjadi kecurigaan/dugaan bahwa pihak perusahaan mungkin juga tidak mengantongi Legalitas atau Izin Pembangun dari pihak BP Batam dalam melakukan penggusuran di Teluk Bakau,” sambungnya.
Simeon mengatakan, pihaknya akan melanjutkan aksinya lagi bila aksi mereka yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ini tak mendapatkan respon sebagaimana yang diharapkan.
“PMKRI Cabang Batam akan memperjuangkan persoalaan ini sampai hak-hak warga mendapatkan keadilan yang semestinya. Dan jika di aksi jilid pertama ini tidak mendapatkan hasil yang masyarakat inginkan, maka kami akan melakukan aksi berjilid-jilid hingga persoalan masyarakat terselesaikan. Hari ini kami di tiga titik yang mana bertepatan dengan hari sumpah pemuda 28 Oktober 2024,” tegasnya.











