Bataminfo.co.id, Batam – Paguyuban Nagekeo Kota Batam bakal merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke -5 di Lapangan Tunas Regensi Sagulung, Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
HUT Paguyuban Nagekeo kali ini bakal dilangsungkan pada Sabtu, 02 September 2023 mendatang dengan konsep yang berbeda dari tahun sebelumnya.
Sebagaimana diketahui, acara tersebut akan disemarakkan dengan Etu atau tinju adat Nagekeo yang nantinya akan dilakonkan langsung oleh warga asal Nagekeo di Kota Batam.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Panitia, Yohanes Don Bosko Sea kepada Bataminfo.co.id pada Rabu, 30 Agustus 2023 via WhatsApp.
“Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pada perayaan ulang tahun kali ini akan dipergelarkan Etu atau Tinju Adat. Pergelaran tinju adat atau etu ini baru pertama kali dipergelarkan di Kota Batam. Biasanya etu dipergelarkan di daerah Nagekeo sebagai perwujudan rasa syukur atas hasil panen dan didahului dengan ritual adat,” ungkap Yohanis.
Menariknya, Etu atau tinju adat tersebut biasanya dilakonkan oleh para petarung sebagai rangkaian dari acara adat yang memperingati hari menanam hingga pada masa panen kebun atau ladang. Etu ini diketahui semacam alun-alun rumah adat yang merupakan pusat dari aktivitas adat dan kebudayaan masyarakat setempat.
“Sebelum pergelaran Etu, biasanya dilaksanakan malam budaya, pertunjukan tarian Dero. Petarung akan mewakili kampung masing-masing. Mereka tidak saja bertinju namun ada beberapa peraturan misalnya Etu hanya dilakukan oleh kaum pria saja. Mereka hanya boleh menggunakan satu tangan saja yang dibalut dari sabut kelapa yang dalam bahasa adat disebut keppo sedangkan tangan yang lain digunakan untuk menangkis pukulan lawan,” jelas dia.
Masih kata dia, “Lamanya waktu pertandingan ditentukan oleh kekuatan para petarung seberapa kuat dia menyerang dan mempertahankan, petarung dinyatakan kalah apabila terjatuh dan mengeluarkan darah. Darah yang keluar dari tubuh menyimbolkan kesuburan. Apabila tidak mengeluarkan darah maka panen tahun depan akan berkurang sambungnya.
Diketahui, meski ini tergolong dalam pertarungan gaya bebas, di arena pertarungan ada tiga wasit yang disebut dengan Seka. Wasit dibantu oleh dua orang Sike. Tugas Sike adalah mengendalikan situasi karena jarak pertarungan dekat. Di sini lah terletak uniknya Etu itu. Pakaian yang dikenakan oleh petarung dan wasit adalah sarung adat Nagekeo.
Selain pergelaran Etu, akan ditampilkan juga budaya lainnya seperti; Tarian Dero, tarian Tenu Mane yang menjadi tarian penerimaan para tamu. Paguyuban lain yang berada dibawah payung PKNTT seperti; Paguyuban Kekal Batam juga akan turut membawakan tarian Gampang Hala, Paguyuban Bajawa dengan tarian Jai dan Paguyuban Wuamesu Ende akan menampilkan tarian Gawi dalam acara nanti.
Sebagai informasi untuk diketahui, acara HUT Nagekeo ini akan dihadiri oleh Bapak Walikota Batam dan Ibu Wakil Gubernur Kepulauan Riau. Selain itu, semua pengurus PKNTT dan pengurus Paguyuban se NTT Kota Batam akan menghadiri acara tersebut.









