PWAB Batam Gelar Khitanan Massal Rutin Ketujuh Untuk Anak Yatim dan Mualaf, Peserta Membludak

Avatar photo
dok BI

Bataminfo.co.id, Batam – Semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh masyarakat perantauan asal Belitung di Kota Batam. Melalui Perkumpulan Warga Asal Belitung (PWAB), aksi sosial khitanan massal sukses digelar pada Minggu (21/12/2025), bertempat di halaman Masjid Baitul Jannah, Kampung Tengah, Batu Besar, Nongsa.

Kegiatan ini menyasar anak-anak yatim, keluarga kurang mampu, hingga para mualaf. Meski awalnya hanya menargetkan kuota 100 anak, tingginya animo masyarakat membuat jumlah peserta membengkak hingga 111 anak dari berbagai wilayah di Batam.

Sinergi dan Dukungan Tokoh Masyarakat
Ketua PWAB, Hatman, mengungkapkan bahwa keberhasilan agenda rutin yang ketujuh kalinya ini tidak lepas dari gotong royong anggota dan dukungan donatur tetap. Salah satu sosok sentral di balik aksi ini adalah Bidan Atlantika, tokoh sesepuh warga Belitung di Batam.

“Ibu Atlantika adalah donatur terbesar kami. Beliau selalu mendukung setiap langkah PWAB. Harapan kami, selama kami diberi kesehatan dan umur panjang, kegiatan ini akan terus menjadi agenda rutin di masa depan,” ujar Hatman.

Senada dengan itu, Anggota DPD RI, Ria Saptarika, yang hadir langsung di lokasi, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi PWAB. Ria, yang sudah dianggap sebagai orang tua angkat oleh komunitas ini, menilai aksi tersebut menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat ekonomi bawah.

“Kegiatan ini sangat nyata manfaatnya. Bagi keluarga kurang mampu, khitanan massal adalah solusi yang meringankan beban mereka. Saya memberikan penghormatan khusus kepada Ibu Atlantika dan Pak Hatman atas dedikasi mereka menjaga kerukunan dan pengabdian ini,” tutur Ria Saptarika.

Detail Teknis dan Penanganan Medis

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan peserta, PWAB menggandeng tenaga profesional. Berikut adalah rincian teknis pelaksanaan khitanan:

Tim Medis: Melibatkan 4 tenaga medis ahli dari Tim “Harapan Bunda” dibantu oleh tim bidan setempat.

Metode Khitan: Tersedia dua pilihan metode, yakni Manual dan Laser (Elektrokauter), yang disesuaikan dengan kondisi medis anak dan pilihan orang tua.

Profil Peserta: Rentang usia peserta mulai dari yang termuda 4 tahun hingga usia 12 tahun.

Progress: Hingga berita ini diturunkan, proses berjalan lancar dengan sekitar 30 anak pertama telah berhasil ditangani tanpa kendala medis.

Tentang PWAB
Perkumpulan Warga Asal Belitung (PWAB) saat ini telah menaungi sekitar 250 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di wilayah Kepulauan Riau. Organisasi ini berkomitmen untuk terus bergerak di bidang sosial tanpa adanya kepentingan politik (embel-embel lain), murni sebagai wadah silaturahmi dan pengabdian kepada sesama.