Tak Kunjung Diangkat Menjadi PNS
Bataminfo.co.id, Batam – Puluhan guru honorer yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 (FHK2) di Kota Batam yang sudah mengabdikan diri lebih dari 20 tahun akan memperjuangkan nasib mereka karena tak kunjung diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Mereka yang terdiri 62 orang guru honorer itu akan menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) hingga anggota DPR RI di Jakarta.
“Kami ingin memperjuangkan nasib 62 guru yang tergabung dalam FHK2 Kota Batam yang sudah puluhan tahun mengabdi guru honorer agar bisa diangkat menjadi PNS,” ujar Ketua FHK2 Kota Batam, Husni Thamrin, Senin (8/3/2021).
Dikatakan Husni, pihaknya sejauh ini sudah berjuang demi nasib guru-guru FHK2 Kota Batam, salah satunya mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Namun, belum membuahkan hasil seperti apa yang mereka inginkan.
“Kami FHK2 sudah bertemu langsung dengan ketua DPRD Batam, Nuryanto, dan sudah diberi rekomendasi untuk memohon kepada Wali Kota Batam, namun hingga saat ini belum ada kejelasan lagi sehingga kami bertekad untuk langsung minta bantuan ke Pemerintah pusat,” katanya.
Pihaknya, sambung Husni, juga belum ada menemui Kepal Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan. Karena menurut mereka tidak akan mengubah nasib FHK2 dan para guru honorer lainnya.
“Kami berharap, aspirasi yang akan kami sampaikan ke Jakarta nanti agar bisa diterima, dan para guru honorer bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil,” ujar Husni.
Salah satu guru honorer yang tergabung dalam FHK2, Maryusni menuturkan ia sudah beberapa kali mengikuti tes CPNS dan lulus dengan nilai yang lumayan bagus dan mendekati nilai standart kelulusan yang ditetapkan pemerintah. Namun, hingga saat ini tak kunjung diangkat menjadi PNS.
“Saya dan beberapa rekan saya sudah tua jadi tolong kasih kami kesempatan dan diangkat manjadi PNS, berhubung saya dan beberapa guru honorer yang lain juga sudah mengabdi sejak puluhan tahun. Dan kami juga akan pergi ke jakarta dalam waktu dekat untuk mengadukan keluhan atas status kami di sini,” ujar Maryusni.
Tidak hanya Maryusni beberapa rekannya yang lain juga sangat berharap demikian, mereka sangat berharap semoga ada toleransi dari Pemerintah kota Batam agar bisa merealisasikan niat mereka.
Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Batam, Indra, meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan dan memperjuangkan guru honorer yang tergabung daam FHK2. Sebab, mereka bisa dikatakan jauh dari kata sejahtera .
“Guru honorer bisa dikatakan jauh dari kata sejahtera baik dari sisi gaji maupun perlakukan terhadap mereka di sekolah yang saat ini sudah dibedakan. Untuk itu, kami berharap instansi terkait seperti Pemko Batam, Pemprov Kepri sampai Pusat mohon dengan sangat untuk mau membantu perjuangan guru-guru honorer ini, karena tanpa guru kita juga tidak bisa tulis baca seperti sekarang ini,” ucapnya. (pai)









