Bataminfo.co.id, Batam – Warga Perumahan Grand Orchid, Batam, mengeluhkan banjir yang semakin sering merendam rumah mereka sejak dimulainya pembangunan proyek Azure Exchange yang digarap PT Horizon Ventore Propertindo.
Padahal, sebelum proyek itu berdiri, warga mengaku tidak pernah mengalami banjir separah ini. Kini, bahkan saat hujan dengan intensitas ringan, air sudah menggenangi halaman hingga masuk ke dalam rumah.
“Baru hujan sebentar saja, sudah banjir sampai ke dalam rumah. Dulu sebelum ada proyek ini tidak pernah terjadi. Apalagi kalau hujan seharian, bisa lebih parah lagi. Kasihan, rumah kami bagus-bagus tapi selalu kebanjiran,” ujar salah seorang warga Grand Orchid dengan nada kesal.
Keluhan warga mengarah pada dugaan kesalahan teknis pembangunan drainase di sekitar proyek Azure Exchange. Mereka menilai saluran air yang dibuat tidak sesuai perhitungan, terlalu kecil, atau bahkan tidak berfungsi dengan baik sehingga limpasan air mengalir ke permukiman sekitar.
“Sepertinya drainasenya tidak benar dibuat. Akibatnya, air dari proyek justru lari ke perumahan kami. Kami yang harus menanggung dampaknya,” tambah warga lainnya.
Pembangunan Azure Exchange yang berada tepat di depan Grand Orchid dan belakang Apartemen Victoria itu kini menjadi sorotan. Warga mendesak pihak berwenang, khususnya BP Batam, segera turun tangan.
“Kami minta penjelasan dari pihak BP Batam, terutama staf ahli bagian pembangunan seperti Pak Andreas. Jangan sampai warga terus jadi korban. Kalau baru hujan sedikit saja sudah begini, bagaimana kalau hujan deras semalaman?” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Horizon Ventore Propertindo selaku pengembang proyek Azure Exchange belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, warga berharap suara mereka didengar dan segera ada solusi nyata agar perumahan mewah di sekitar lokasi tidak lagi menjadi langganan banjir.
(Budi)











