Kepri  

PPKM Darurat Membuat Masyarakat Kecil Resah, Pedagang : Saya Tidak Punya Pilihan Selain Tutup Usaha

Avatar photo

Bataminfo.co.id, Batam – Penerapan PPKM darurat mengharuskan titik kumpul sosial seperti Mall, tempat ibadah, tempat pariwisata, hingga pusat perbelanjaan ditutup, kebijakan ini menimbulkan keresahan masyarakat kecil.

Imbasnya berakhir pada masyarakat menengah kebawah khususnya pelaku usaha kecil maupun jasa.

Seorang pelaku usaha di salah satu ruko depan Top 100 Jodoh Centre, Syahrul, mengungkapkan dirinya sangat merasakan dampak dari pemberlakuan PPKM mikro yang ada dan sangat menghawatirkan PPKM darurat yang akan berlaku.

“Saya masyarakat kecil yang mengantungkan diri dengan berdagang, PPKM mikro saja sudah membuat jualan sepi , Apalagi PPKM darurat, bisa tidak jualan saya?,” kata Syahrul.

Pedagang martabak india ini mengeluhkan pemberlakuan PPKM darurat yang ada sangat memberatkan dirinya yang merupakan masyarakat kecil sehingga mengharuskan usahanya gulung tikar.

“Kedepannya saya kurang yakin, apalagi PPKM darurat, pedagang kecil seperti saya ini tidak punya pilihan lain selain tutup usaha” keluh Syahrul.

Di sisi lain seorang pelaku jasa ojek, Zulfikar, berkeluh sama dengan pedagang launnya. Ia mengatakan kebijakan PPKM darurat yang diberlakukan membuatnya kesulitan untuk mendapatkan penumpang kedepanya.

“Kalau keadaan normal saya biasa dapat penumpang enam hingga sepuluh penumpang, tapi kemarin semenjak ada aturan pasar tutup jam 5 sore dapat dua penumpang saja sudah Alhamdulillah, gak tau kalau nanti pasar tutup bisa-bisa gak ada penumpang, ” jelas Zulfikar.

Tukang ojek pengkolan yang biasa bertempat di depan Tos 3000, Jodoh Centre ini mengharapkan tidak adanya perpanjangan PPKM darurat kedepannya.

“Semoga tidak diperpanjang lagi aturanya, soalnya jika pasar tutup dalam waktu lama bisa bingung saya cari makan,” pungkas Zulfikar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *