Pertumbuhan perekonomian Kepulauan Riau Pada Triwulan I 2023 Mengalami Peningkatan Yang Baik

Avatar photo

Bataminfo.co.id ,Tanjungpinang-
Pertumbuhan ekonomi kepri tersebut lebih tinggi dari capaian nasional
yang tercatat sebesar 5,03%. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kepri secara year on year ,mendapat peringkat pertama diantara provinsi lainnya di Sumatera. Capaian pertumbuhan
perekonomian Provinsi Kepri di triwulan I tahun 2023, tentunya menjadi semangat dan motivasi
untuk meraih pertumbuhan yang lebih baik kedepannya.

Provinsi Kepri sebagai bagian dari
regional sumatera berkontribusi sebesar 7,38% terhadap PDRB Sumatera, dan mendukung
PDB nasional sebesar 1,61%.

APBN sebagai instrumen fiskal, juga berperan penting dalam menjaga stabilitas
perekonomian secara makro. Selama pandemi, APBN telah bekerja sangat keras dalam
menjalankan fungsinya. Kebijakan anti-siklus (countercyclical) APBN selama pandemi Covid19 berperan efektif dalam mendorong pemulihan ekonomi baik secara nasional maupun
regional. APBN Provinsi Kepulauan Riau telah berperan penting.

Pertumbuhan ekonomi di
Kepulauan Riau telah menunjukkan progres pemulihan yang signifikan sejalan dengan
peningkatan mobilitas dan aktivitas usaha masyarakat di provinsi Kepulauan Riau.

Di sisi lain,berkurangnya kasus Covid-19 secara global dan domestik juga memberikan dampak positif
bagi masyarakat Kepulauan Riau untuk kembali bangkit meningkatkan perekonomian daerah.

Hal tersebut tidak terlepas dari keberhasilan Pemerintah dalam mengendalikan pandemi
Covid-19 melalui efektivitas kebijakan fiskal dan APBN 2022 dalam menavigasi proses pemulihan ekonomi.

Dari sisi pendapatan, sampai dengan akhir April 2023 telah terealisasi Pendapatan
Negara di regional Kepulauan Riau sampai dengan akhir April 2023 sebesar Rp4.216,59 miliar
atau telah mencapai 35,70% dari total target pendapatan yang bersumber dari Penerimaan
Perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Penerimaan perpajakan menjadi
penyumbang terbesar di mana s.d. akhir April 2023 sebesar Rp3.608,32 miliar atau 37,79% dari
target pendapatan pajak tahun 2023, lebih tinggi dari periode yang sama pada tahun 2022.
Penerimaan perpajakan menjadi penyumbang terbesar di mana s.d. akhir April 2023 sebesar
Rp3.608,32 miliar atau 37,79% dari target pendapatan pajak tahun 2023, lebih tinggi dari periode yang sama pada tahun 2022.

Selanjutnya, Total Belanja Negara di Kepulauan Riau sampai akhir April 2023 sebesar Rp4.159,80 miliar atau 25,31% dari total pagu. Belanja Negara di Provinsi Kepri terdiri atas
Belanja Pemerintah Pusat s.d. April sebesar Rp1.824,80 miilar atau 21,49%, realisasi ini lebih

tinggi 32,36% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, hal ini karena terdapat
realisasi belanja barang dan modal yang lebih tinggi pada tahun 2023 dan penyaluran gaji 13.

Selanjutnya, terdapat Realisasi penyaluran TKDD di Provinsi Kepulauan Riau sebesar
Rp2.335,00 miliar atau 29,41%. lebih tinggi 0,74% dibanding periode yang sama pada tahun
2022. Sampai dengan akhir Februari 2023, transfer ke daerah yang telah tersalurkan adalah
Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, DAK Nonfisik, DID, dan Dana Desa,.

TKDD tahun 2023 mengalami peningkatan 5,17 persen dibandingkan 2022 dikarenakan pada beberapa
pemerintah daerah terdapat proyek Prioritas Nasional dan Major Project pada tahun 2023.

Beberapa strategic issue di regional Provinsi Kepulauan Riau per 30 April 2023 diantaranya terkait dengan perkembangan kondisi ekspor-impor, Covid-19, dan tingkat Inflasi.
Strategic issue terkait ekspor-impor di Provinsi Kepulauan Riau, pada akhir Maret 2023,
tercatat adanya penurunan ekspor sebesar 8,40% dengan perolehan nilai ekspor sebesar
US$1.667,87 juta (m-to-m).

Kemudian, untuk nilai impor pada akhir Maret 2023 mencapai
US$1.635,95 juta (m-to-m), yang mengalami peningkatan 4,08% dibandingkan dengan bulan
Februari 2023.

Untuk kasus Covid-19, hingga 30 April 2023, tercatat ada 16 kasus infeksi Covid-19 dari jumlah kumulatif sebanyak 66.831 kasus, sama dgn kondisi akhir bulan Maret 2023. Data
tersebut menggambarkan bahwa tidak ada penambahan kasus infeksi penularan Covid-19
pada bulan April 2023.

Strategic Issue ketiga adalah perkembangan ekonomi regional. Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau pada triwulan I 2023 tumbuh sebesar 6,51 (yoy), capaian ini lebih
cepat dibandingkan triwulan I 2021 yang tumbuh sebesar 2,83% (yoy).

Pertumbuhan ekonomi didorong oleh Peningkatan jumlah aktivitas masyarakat seperti Kunjungan Wisman,
Penumpang Angkutan, Hunian Penginapan yang meningkat signifikan.
Pada bulan April 2023, gabungan 2 kota di Provinsi Kepri (Kota Batam dan Kota
Tanjungpinang) mengalami inflasi year on year (yoy) sebesar 4,09 persen dengan Indeks.

Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,72. Inflasi terjadi karena kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,25 pada April 2022 menjadi 113,72 pada April 2023. Dari 2 kota IHK
di Provinsi Kepulauan Riau, tercatat Kota Batam mengalami inflasi year on year (yoy) sebesar 4,16 persen, dan Kota Tanjungpinang sebesar 3,63 persen.

Pemulihan ekonomi pada tahun 2023 tetap menjadi tujuan dan harapan bersama,
melalui kolaborasi instansi vertikal kementerian keuangan di diharapkan dapat mengawal APBN sebagai instrumen fiskal menjadi optimal pada Provinsi Kepulauan Riau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *