Bataminfo.co.id, Batam – Sate Merah Van Demang yang dinaungi Pandawa + Hand F&B Management hari ini menggelar grand opening untuk cabang pertama di Batam, Jumat (16/5/25).
Beralamat di Anggrek Mas Center, Blok A No. 42-43, Rumah Makan yang satu ini dibuka setiap hari, mulai pukul 07.30 hingga 22.00 WIB, dengan menu terbaik yang memiliki ciri khas yang berbeda.
Sate Merah Van Demang ini diketahui sengaja mengangkat konsep yang berbeda, yakni menghadirkan unsur Belanda, yang tak hanya pada nama besarnya, namun juga konsep ruangan, hingga menu yang disajikan.
Seperti nama Van Demang sendiri yang diambil dari bahasa belanda, yakni; Van yang artinya ‘dari’ dan Demang yang berarti Kepala Distrik atau setara Kepala Daerah.
Nama ini diambil dengan harapan, dapat menghadirkan sisi kepempinan yang baik bagi Van Demang sendiri, terutama diharapkan menjadi pemimpin di dunia marketing maupun bisnis.
“Kenapa namanya Van Demang, ini diambil dari bahasa Belanda. Dengan sebuah harapan, nanti Van Demang ini bisa melahirkan pemimpin yang mampu menguasai pasar maupun dunia bisnis, dan mampu bersaing secara global. Kita buat nuansanya semua Belanda. Sekaligus juga untuk mengenang sejarah,” terang Chepy Suparman selaku Pengelola.
Pihaknya juga menyajikan konsep berbeda pada beberapa menu yang disiapkan bagi para pengunjung setianya. Terutama pada menu andalannya, sate merah ini dibakar dengan teknik yang tak biasa untuk memberikan sentuhan rasa yang khas.
“Dari sisi produknya juga kita memang bikin berbeda. Seperti sate merah itu kita tidak menggunakan bumbu, tapi menggunakan kacang. Dengan teknik pembakaran cukup lama. Kita mensetting jarak bara dengan daging ayam atau daging sapinya itu, sehingga kita butuh waktu untuk agar percikan dari bara tak langsung kena. Bumbuhnya juga kita all in kan, jadi lebih praktis. Jadi di sate merah ini ada banyak rasa yang bisa kita rasain,” ungkap Chepy.
Untuk menu yang disajikan di rumah makan yang satu ini ada tiga, yakni; Sate merah, nasi lemak Van Demang serta es cendol durian. Masing-masing menu tersebut dibandrol dengan harga mulai dua puluh ribuan.
“Untuk sate merah ayam kita bandrol dengan harga Rp. 35.000, itu sebanyak lima tusuk. Dan totalnya 200 gram. Lalu, nasi lemaknya dimulai dari 23 ribu rupiah. Konsep nasi lemaknya itu sendiri ada tiga varian rasa didalamnya, yaitu warna biru, original putih sama merah. Nasi lemaknya ini berbeda karena ada rasa spicynya. Kemudian ada dari daun telang yang digunakan juga, jadi rasanya lebih khas. Kemudian dari platingnya juga sebagai pembeda,” jelas dia.
Lagi katanya, “Kenapa ada sate Van Demang, karena emang kami melihat ada market sate yang cukup besar di Batam.
Kenapa bunga telang dipilih untuk konsep nasi lemak tiga warna, itu karena selain khasiat, kita pilih warna yang mendekati. Warna itu juga menyimbolkan nuansa Belandanya,” sambung Chepy.
Ia menjelaskan, untuk brand Van Demang ini merupakan oultet pertama di Kota Batam. Kendati begitu, kini total outlet yang dikelolah oleh Pandawa + Hand F&B Management berjumlah 20 outlet. Dengan hadirnya satu outlet baru di Batam ini kata dia, pihaknya akan ekspansi ke wilayah Sumatera dan Pulau Jawa.
“Kalau Van Demang saat ini outlet pertamanya di Batam. Kalau adaptasinya kita belajar dari luar Batam. Konsep Pandawa ini nanti kita akan bawa ke Jawa dan Sumatera. Saat ini yang berada di bawah naungan kami ada sekitar 20 outlet dengan brand yang berbeda-beda, di bawah naungan Pandawa dan Hand. Untuk Van Demang, ini outlet pertama kita. Saat ini kita masih fokus ke sate, nasi lemak plus es cendol durian,” tuturnya.











