Peringati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Tarian Gemu Famire Asal NTT Ditampilkan

Avatar photo
Ket Foto: Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustin Rudi ikut tarian gemu famire asal NTT di acara hari Anti kekerasam terhadap perempuan dan anak | Jumat, (25/22) | dok.Non/BI

Bataminfo.co.id, Batam – Tarian Gemu Famire asal Nusa Tenggara Timur (NTT)  didendangkan di Panggung Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang berlangsung di Gor Sekolah Yos Sudarso Batam Center, kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Jumat, (25/11/2022).

Ribuan Anak dan Remaja yang hadir dalam acara tersebut tampak turut mengikuti tarian gemu famire yang dipandu langsung oleh dua Penari dari Organisasi Satgas NTT Peduli Kepri, Juliana Makanpa dan Rilen Bani. 

Tak hanya Siswa-siswi, ternyata Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustin Rudi juga tampak berada di panggung dan mengikuti dengan rapi setiap gerakan tarian tersebut. Suasana bahkan terlihat penuh kegembiraan dengan suara sorakan sukacita dari para Siswa di dalam ruangan tersebut.

Dua penari, Juliana dan Rilen mengaku bangga bisa dilibatkan dalam acara tersebut dengan menampilkan tarian gemu famire, meski dengan gerakan yang sederhana. Kata mereka, ini merupakan kesempatan keduanya menampilkan kebudayaan NTT dengan tarian tersebut. 

“Yang pasti perasaan kami bangga sekali bisa dilibatkan untuk tampil dalam acara Hari anti kekerasan terhadap perempuan dan anak. Yah..jujur, meski mendadak banget diinfo’in dan nggak latihan juga, tapi kami senang bisa tampilkan tarian khas NTT, walau dengan gerakan yang sederhana. Dan lebih bersyukur dan bangga lagi, Ibu Wakil Gubernur juga ternyata naik ke panggung dan ikut menari. Dan dengan mengikuti acara ini, akhirnya kami dapat informasi-informasi serta edukasi baik yang bakal dilanjutkan juga ke sesama Perempuan dan orang terdekat untuk bersama menolak kekerasan terhadap perempuan dan anak, apapun itu bentuknya,” ucap keduanya saat ditanyai awak media. 

Sementara itu, terpisah, Ketua Jaringan Safe Migran kota Batam, Sugeng Agung Nugroho yang juga menghadiri acara tersebut, saat diwawancarai dirinya juga mengajak seluruh elemen, baik Pemerintah, guru maupun masyarakat kota Batam untuk terus bersinergi dalam mencegah bahkan menolak kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

“Dimanapun yang namanya anak, harus merasakan suasana yang ramah anak. Kemudian pada saat di sekolah pun juga demikian. Antara guru dan murid dan sebaliknya. Jadi insan di sekolah adalah insan yang ramah kepada anak. Harapan saya, suara anak tadi itu didengarkan oleh Pemerintah dan dilaksanakan. Itu memang apa adanya dari suara hati mereka dengan harapan bisa didengarkan oleh Pemerintah, terkhususnya Pemerintah kota Batam,” kata Agung kepada Bataminfo.co.id. (Non/BI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *