Bataminfo.co.id, Tanjungpinang – Langkah Pemerintah Provinsi Kepri meminjam 400 Milyar ke Bank BJB mendapat respon beragam dari Masyarakat. Organisasi JPKP Kepri, Melalui Ketua Hariannya , Fachrizan menyampaikan bahwa sah – sah saja Pemprov mengajukan pinjaman dengan ketatnya kondisi keuangan daerah saat ini, namun pinjaman tersebut harus mampu mendorong atau berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat kepri.
“Kita fahami kondisi saat ini, sehingga Pemprov mengambil Langkah itu. Tapi sudah dikaji belum, Peruntukan Pinjaman berdampak pada perbaikan ekonomi masyarakat, ekonomi masyarakat tumbuh sehat karena suntikan dana tersebut, atau malah berbalik dana pinjaman tersebut hanya dinikmati Sebagian kecil saja dan tidak berputar di masyarakat kepri secara luas,” jelas pria yang kerap dipanggil Fahry pada, Rabu (18/03)
Selanjutnya ia mengatakan, informasi peruntukan pinjaman tersebut pada Pembangunan berskala besar salah satunya Pembangunan Gedung Bahasa dan Penambahan Fasilitas Poliklinik di RAT yang menurutnya kurang berdampak langsung bagi perbaikan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara langsung.
“400 milyar itu seandainya benar – benar berputar dimasyarakat seperti Bantuan UMKM Dan Belanja pembangunan berskala kecil – menengah yang melibatkan langsung Pelaku Usaha Lokal dalam jumlah banyak sehingga uang 400 milyar itu tetap berputar di kita. Intinya, 400 milyar itu harus mampu menyentuh masyarakat secara menyeluruh ditengah kondisi ekonomi saat ini yang serba sulit.” Jelas Fahry.
Ditambahkannya, Fahry mengingatkan Pemprov agar peka terhadap sulitnya kondisi ekonomi saat ini. Perputaran ekonomi masyarakat Kepri sangat bergantung pada anggaran APBD nya.
“Masyarakat kita sangat bergantung pada APBDnya, kurang tepat dalam hal penganggaran maka akan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat. Kita mendengar hari ini, pedagang mengeluh sepinya pembeli, Pelaku usaha lainnya kesulitan dengan sepinya orderan, buruh lokal berkeluh kesah biasanya banyak pekerjaan perbaikan rumah pribadi setiap menjelang lebaran, tahun ini sepi sekali. Hari ini orang tidak bermimpi tentang renovasi rumah agar bagus atau flexingnya, hanya bagaimana mengamankan kondisi dapurnya agar tetap berasap,” kata Fahry.
Mengakhiri pembicaraannya, Fahry Kembali mengingatkan agar Pemprov mengkaji Kembali kebijakannya dalam hal peruntukan pinjaman 400 milyar tersebut. Bila perbaikan ekonomi masyarakat tidak menjadi atensi di tahun ini, maka tahun depan akan menjadi lebih sulit untuk diperbaiki.
“tahun kedepannya akan semakin sulit, beban hutang menjadi momok belum lagi kebijakan efisiensi dadakan pemerintah pusat, pertumbuhan ekonomi juga masih berat dikarenakan sentuhan APBD yang tidak tepat sasaran,” tutup Fahry.
(Budi)











