Pemotongan Lahan Berakibat Banjir dan Lumpur pada Puluhan Rumah Warga Melcem, PT Jutam beri Janji

Avatar photo
Ket Foto : Warga bergotong royong bersihkan sisa tanah dan lumpur di rumah warga terdampak | dok.BI

Bataminfo.co.id, Batam – Cut and Fil (Pemotongan Lahan) lahan yang diduga dilakukan oleh PT Jutam di Kawasan Union Batu Ampar berdampak buruk pada puluhan rumah warga RT 002/RW 007 Melcem Sei Tering yang berada tak jauh dari PT tersebut.

Dampak tanah atau lumpur yang terbawa banjir hingga menimpa rumah warga itu kabarnya bakal ditindaklanjuti oleh pihak perusahanlan, sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Salah seorang warga setempat bernama Manalu kepada Tim Redaksi Bataminfo pada Jumat (10/2) malam mengatakan bahwa, pihak perusahaan telah mendatangi warga dan berdiskui mengenai peristiwa itu.

“Imbasnya sekitar 20 rumah, tapi yang fatal ada 4 rumah. Tapi pihak PT udah datang untuk bertemu kita warga yang terdampak. Udah ada pembahasan. Respon pihak PT, mereka bertanggungjawab full. Terkait kompensasi nanti ada juga dari pihak PT. Sudah dirapatkan dengan warga,” terangnya.

Ia menjelaskan, hingga pada Jumat malam, warga sekitar Melcem gotong royong untuj membantu membersihkan lumpur yang memenuhi rumah-rumah warga tersebut.

Kendato begitu, tampak sebuah mobil truk yang turut ada di lokasi untuk membantu mengangkut sisa-sisa tanah. Diketahui, mobil tersebut merupakan milik PT yang dikerakan untuk membantu warga.

“Bentuk tanggungjawab sementara saat ini dari pihak PT adalah dengan membersihkan rumah yang terdampak. Ini dari warga sekitar Melcem. Dan ada juga dari pihak PT, dengan mobil yang bantu angkut sisa tanah akibat peristiwa itu,” jelasnya.

Manalu menyebut, ia sendiri yang rumahnya terdampak cukup parah itu telah tinggal di lokasi tersebut selama puluhan tahun.

Kata dia, sebelumnya belum pernah mengalami kejadian tersebut, namun peristiwa pada beberapa hari lalu, dalam kondisi hujan deras itu tampaknya telah membawa bencana bagi keluarganya.

Kejadian itu bahkan tak hanya membuat warga panik, melainkan sang ibunda tercinta yang kaget hingga dibawa keluar oleh warga dari dalam rumahnya itu.

“Kita udah 20-an tahun tinggal disini. Sebelumnya tak pernah. Kita mikir yah karena bukit. Tapi ini lah buktinya bisa terjadi juga. Kejadian saat itu hujan lagi deras kali. Korban jiwa nggak ada untungnya. Cuma kondisi ibu lagi sakit, jadi sempat kaget jadi langsung digotong keluar sama tetangga sini,” ujarnya.

Manalu menjelaskan, kejadian itu mulanya hujan deras yang terjadi sepanjang hari dengan intensitas cukup tinggi. Akibatnya, terjadi erosi yang membawa tanah dan bebatuan dari Kawasan PT tersebut ke arah rumah warga.