Miris! 10 Tahun Kesulitan Air Bersih, Ribuan Massa Demo Tuntut PT Moya dan Tagih Janji Muhammad Rudi

Avatar photo
Ket Foto: Ribuan Massa aksi padati Kantor BP Batam, tuntut PT Moya dan tagih janji Muhammad Rudi terkait air bersih | Senin, (7/22) | dok.Non/BI

Bataminfo.co.id, Batam – Ribuan Massa, gabungan dari warga Perumahan Putra Jaya yang terdiri  dari 9 RT, 1 RW yaitu; RW 15 Tanjung Uncang, kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) padati Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Senin, (7/11/2022). 

Massa beramai-ramai melakukan aksi unjuk rasa (unras) di depan Kantor BP Batam, menuntut pihak PT Moya selaku Perusahaan pengelola air bersih di kota Batam untuk mengalirkan air bersih ke rumah warga Perumahan Putra Jaya. Tak hanya itu, warga juga ingin menagih janji Muhammad Rudi selaku Kepala BP Batam sekaligus walikota Batam terkait air bersih. 

Hal ini diungkapkan oleh Faisal, salah satu Massa aksi yang berada di lokasi unras. Faisal menyebut, pihaknya telah menderita akibat kurangnya aliran air bersih dari Pemerintah maupun pihak terkait selama bertahun-tahun. Menurutnya, air bersih sejak dikelola oleh PT Moya, pihaknya malah kesulitan mendapatkan air bersih. 

“Massa kurang lebih ada 2000. Dari warga perumahan Putra Jaya Tanjung Uncang. Kami ada 9 RT, 1 RW yaitu RW 15. Kami demo hari ini karena ingin menuntut air bersih yang nggak ngalir ke rumah kami hampir 10 Tahun. Kadang hidup, itupun jam 1 atau jam 2 subuh, udah gitu kecil pula. Kadang mati total. Apalagi sejak dikelola sama PT Moya. Beda sama ATB dulu. Kalau ada komplenan dari warga, dia langgung tanggap dengan membawa air tangki ke rumah warga. Tapi ini Semenjak Moya yang pegang, lebih sering tidak jalan. Paling hidup hanya 3 jam. Dulu ATB nggak gini,” tutur Faisal saat diwawancarai oleh Bataminfo.co.id di lokasi unras. 

Faisal menyebut, meski air bersih tidak dialirkan secara normal, namun tagihan per bulan masih terus ditagih oleh pihak terkait. 

“Warga hanya minta untuk  air hidup normal. Kami juga tagih janjinya Pak Rudi yang katanya mau kasi air ke warga. Kalo mau kasi sedrum, atau 1 tangki, mana cukup untuk warga sebanyak itu. Saya semalam nampung air dari jam 1 subuh, udah gitu, kecil pula. Lebih besar air kencing anak dari pada air. Sudah begitu, warga harus tetap bayar tagihannya. Kalau punya kami itu 80 ribu rupiah per bulan. Itu meteran air di rumah udah disegel oleh petugas terkait kalau warga tunggak pembayaran,” pungkasnya. 

Beberapa jam setelah menyampaikan orasi di depan Kantor BP Batam, Muhammad Rudi selaku Kepala BP Batam akhirnya mau menemui warga dan langsung menanggapi secara lisan keluhan yang disamoikan oleh Massa aksi. Rudi mengatakan, dirinya akan menangani langsung keluhan warga perumahan Putra Jaya Tanjung Uncang. Dia bahkan meminta warga untuk mencatat nomor WhatsAppnya agar bisa berkomunikasi langsung kala mengalami masalah air bersih.

“Saya akan tangani langsung. Janji adalah hutang yang harus saya selesaikan. Saya akan bantu bapak ibu semua. Satu orang misalnya butuh berapa drum, bapak ibu silahkan datakan dan kasi ke saya. Kita harus menyelesaikan air di kota Batam. Pertama, kita akan drop air sampai selesai. Saya akan berikan nomor telepon kepada Bapak, ibu untuk komunikasi ke saya. Saya kalau sudah janji, pasti saya tepatin,” ucap Rudi saat Massa meminta dirinya untuk menjamin pasokan air bersih ke tiap rumah warga Tanjung Uncang dinormalkan. (Non/BI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *