Bataminfo.co.id, Batam – Masuknya ribuan ton biji kakao milik PT Asia Cocoa Indonesia yang diimpor dari Malaysia, yang diduga masuk ke Batam Tanpa prosedur pihak karantina hewan dan tumbuhan ditanggapi oleh Kepala Karantina Pertanian Batam, Iyus Hidayat .
Ia mengatakan fumigasi yang dilakukan PT Veronika Prima Sanita sudah teregistrasi dan sesuai dengan Prosedur (SOP) yang berlaku.
“Pertama memang perusahaan ini sudah diregistrasi dan sudah menjalankan sesuai prosedur yang ada, dalam kasus ini untuk fumigasi kita melihat kondisi di pelabuhan yang pertama jika dilakukan fumigasi dalam area pelabuhan, dikhawatirkan banyak lalu lalang orang,” ungkapnya saat dikonfirmasi Bataminfo.co.id, Kamis(18/08/2022).
Ia menyebut kapal juga harus kembali dalam waktu 12 jam dan untuk fumigasi minimal 1×24 jam.
‘Kemudian salah satu kekhawatiran kita kalau dilakukan di gudang pemilik minimal kita bisa meminimalisir serangga, kita melihat secara keteknisan,” paparnya.
Kita tugas dikawal, alat angkut juga tertutup sehingga tidak tercecer serangga tersebut.
“Bisa dilakukan dialat angkut dan diluar alat angkut sesuai dengan yang sudah ditetapkan seperti apa, kita ada tindakan karantina jika tidak lengkap dokumen kita kembalikan ke asal, kita sudah sesuai prosedur kita harus selamatkan lingkungan,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Kapal MV berjaya Il.voyek nomor v..21A/22 dengan muatan 808.408 mt biji kakao sandar di Pelabuhan Batu Ampar pada hari Rabu (10/8/2022) lalu.
Ribuan ton biji kakao tersebut langsung dibongkar dan di bawa ke sebuah gudang di daerah Melcem, Batu Ampar, kota Batam Kepulauan Riau (Kepri) untuk proses fumigasi di dalam gudang tersebut.
Menurut sumber Bataminfo.co.id, hal itu tidak boleh dilakukan. Seharusnya proses fumigasi dilakukan di Kapal terlebih dahulu untuk menghilangkan serangga dan hama. Setelah proses fumigasi selesai di Kapal ,dan dipastikan semua hama yang ada telah musnah, barulah boleh barang bawaan itu di bawa keluar dari Kapal.
“Dikawal bagaimana itu tolong dijelaskan, bagaimana karantina bisa memastikan kalau serangga dan hama tidak tercecer saat dipindah ke gudang, bullshit saja itu ,” ungkap sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.









