Bataminfo.co.id,Batam – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian hadir dalam acara Rakernas APKASI 2026 ke-17 di Hotel Aston Pelita Batam, Selasa 20/01/26. Acara yang berlangsung dari tanggal 18 Januari 2026 ini dihadiri oleh pemimpin daerah kabupaten di Indonesia.
Tito menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Rakernas Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang merupakan asosiasi pemerintah daerah terbesar dengan anggota sebanyak 416 bupati. Beliau menekankan pentingnya organisasi ini sebagai wadah untuk menyuarakan aspirasi daerah ke pemerintah pusat, sekaligus mengharmonisasikan program pusat ke daerah agar berada dalam “satu frekuensi”.
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri memberikan catatan serius mengenai efisiensi dan profesionalisme pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Berdasarkan data Kemendagri, terdapat sekitar 30% dari 1.091 BUMD di Indonesia yang saat ini mengalami kerugian.
Tito mengungkapkan bahwa penyebab utama kerugian tersebut adalah masalah tata kelola dan manajemen yang tidak profesional.
”Banyak posisi direktur atau direksi yang diisi berdasarkan kedekatan personal, seperti teman atau keluarga kepala daerah, bukan berdasarkan kompetensi,” ungkapnya
Ia juga menyampaikan, bukannya memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD), BUMD yang merugi justru menyedot dana APBD untuk biaya operasional, gaji pegawai, hingga perawatan gedung.
”Seharusnya BUMD ini menjadi penyumbang pendapatan daerah (APBD), tapi malah APBD yang keluar untuk membiayai operasional mereka karena tidak mampu membiayai diri sendiri,” tegas Tito.
Melalui forum APKASI ini, Mendagri berharap para bupati dapat merekapitulasi persoalan-persoalan spesifik di daerah untuk kemudian dicarikan solusi bersama demi kemajuan pembangunan nasional di negara kepulauan sebesar Indonesia.











