Melaju Dalam Kecepatan Tinggi, Kapal Iran Hilang Kendali dan Kandas di Perairan Batam

Avatar photo
Kapal MV Shahraz berbendera Iran yang kandas di perairan Pulau Sambu, Belakang Padang, Kota Batam. Foto : istimewa

Bataminfo.co.id, Batam – Danposal Pulau Sambu Lettu Laut (E) Rahmad mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap insiden kandasnya kapal kontainer berbendera Iran, bernama MV Shahraz di Perairan Batu Berhenti, Belakangpadang, Kota Batam, pada 11 Mei 2020 lalu.

Rahmad mengungkapkan, dari hasil penyelidikan diketahui kecelakaan pada pukul 01.04 wib itu erjadi, berawal dari MV Shahraz yang melaju dalam posisi kecepatan tinggi yakni, sekitar 14 knot, lalu seketika hilang kendali ketika mengetahui kalau dihadapannya ada perahu nelayan dan tugboat yang melintas.

“Kapal menghindari nelayan. Di belakangnya ada kapal MV Samudra Sakti yang kandas juga. Dari Samudra Sakti sudah kontak melalui radio tetapi tidak direspon MV Shahraz,” kata Danposal Pulau Sambu Lettu Laut (E) Rahmad saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (08/06/2020).

Dijelaskan Rahmad, kecepatan kapal membuat kecelakaan jadi tak terhindarkan. Bahkan sebelum menghindar ke karang, MV Shahraz juga telah diketahui sempat memberikan peringatan kepada lawan dihadapannya dengan lampu sorot.

“Namun dengan kecepatan kapal, tidak melampaui sehingga kapal harus menghindar,” kata Rahmad lagi

Saat disinggung, perihal adanya dugaan kelalaian nahkoda dimana muncul indikasi nahkoda yang disebut-sebut tengah tertidur saat kejadian, Rahmad mengaku tidak tahu dan belum dapat memastikan hal itu.

“Mungkin itu dalam penyidikan, ya,” kata Rahmad.

Sementara untuk kondisi kapal saat ini, Rahmad menjelaskan, posisinya masih terjebak di atas karang dan penarikan keluar baru dapat dilakukan setelah muatan kapal berupa ratusan kontainer sudah dipindahkan.

Namun demikian pengurangan beban muatan guna memuluskan penarikan keluar itu masih menunggu adanya sejumlah perijinan dari pihak terkait.

“Masih menunggu ijin-ijin untuk pemindahan kontainer. Namun sekarang ini tengah dilakukan persiapan seperti pemasangan pipa-pipa untuk penyedotan bahan bakar MV Shahraz, pemasangan oil boom, dan penyedotan bahan bakar sudah dilakukan,” ujar Rahmad.

Menurut Rahmad, dari hasil penyelidikan diketahui adanya sobekan di bagian lambung kapal namun berada di atas permukaan air sehingga tidak terjadi kebocoran. Kerusakan tersebut tampak jelas berupa patahan di sisi kanan dan kiri kapal.

“Kebocoran tidak ada. Tapi memang kondisi kapal miring ke kiri. Dan sebelum dilakukan evakuasi kapal, kita harus melakukan pengecekan dari bawah air dulu, kondisi aman atau tidak. Sehingga pada saat kapal diangkat, benar-benar aman. Arus di situ kuat, labuh jangkar diturunkan untuk menahan agar kapal tidak hanyut. Karena dikhawatirkan, begitu hanyut, lambung kiri sudah sobek, dikhawatirkan bisa tenggelam. Ini sangat membahayakan sehingga kapal itu harus tetap berhenti di situ menunggu sampai evakuasi,” kata Rahmad.

Tak hanya belum dilakukan evakuasi terhadap muatan kapal, sebanyak 25 kru kapal yang 24 orang diantaranya merupakan Warga Negara Iran dan satu orang WN India masih memutuskan untuk tetap berada di atas kapal. Mereka sempat menolak untuk dievakuasi sesaat setelah kejadian hingga saat ini.

“Kru ini kan bertanggungjawab juga untuk operasional di kapal. Jadi, sampai benar-benar aman, baru nanti kru nya dievakuasi. Keberadaan mereka sudah dilaporkan ke imigrasi,” tutup Rahmad. (nio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *