Bataminfo.co.id, Batam – Pihak Manajemen Yayasan Marturia Batam (Rumah Duka Marga Tionghoa Batam), Agus Kwee menolak mengkonfirmasi kabar terkait dugaan komersialisasi makam.
Pasalnya, dalam pemberitaan sebelumnya, ada pihak keluarga yang mengaku kepada Redaksi Media Bataminfo, yang mana mempertanyakan mengenai rincian satu set paket makam sebesar 20 juta rupiah oleh pihak Yayasan tersebut.
Meski begitu, mereka mengaku pihak Yayasan Marturia Batam tak memberikan rincian yang jelas mengenai permintaan itu.
Disebut tak menerima upaya negosiasi dari pihak keluarga yang enggan menyebut nama, Agus Kwee hanya menegaskan bahwa biaya tersebut merupakan harga paket untuk satu set makam ditambah sekat lahan.
Terpisah, sebagian orang yang mengaku pernah berurusan dengan Yayasan tersebut melalui komentar di akun resmi media sosial Tiktok Bataminfo (@bataminfo.co.id) bahwa, angka tersebut sudah termasuk peti.
“Setahu saya.., 20 juta itu mulai dari acara di rumah duka, makan dan minum, penggalian malam, biaya peti mati agak mahal, itu semua totalnya. Karena ayah saya kemarin begitu,” ujar akun tiktok @JONATHAN7.
Selain itu, akun tiktok lainnya, @Robbin Rasa Manna dalam komentarnya menyebut bahwa, pihaknya juga sempat berkomunikasi dengan Yayasan Marturia, dan mengaku mendapatkan rincian yang jelas.
“Saya hari ini baru selesai berhubungan dengan Marturia. Dapat invoice dengan perincian yang sangat terperinci,” kata dia.
Meski demikian, Agus Kwee selaku pihak Manajemen Yayasan Marturia Batam saat dikonfirmasi oleh Tim Media Bataminfo, dirinya enggan mengkonfirmasi.
“Maaf lagi sibuk, No comment,” singkatnya melalui pesan whatsApp.











