Bataminfo.co.id, Batam— Sebuah insiden kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa terjadi di kawasan industri Tanjung Uncang, Batam. Peristiwa tragis ini menimpa seorang pekerja muda bernama Reza Ramadhan (26), karyawan PT Caterpillar Indonesia, pada Kamis (2/10/2025). Namun, di balik kejadian tersebut, muncul dugaan bahwa pihak manajemen perusahaan berupaya menutupi fakta sebenarnya terkait kematian korban.
Menurut informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber internal, Reza ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di area pergudangan sekitar pukul 16.00 WIB. Ia mengalami luka di bagian pelipis dan sempat mendapat pertolongan medis darurat di lokasi sebelum akhirnya dibawa ke RS Awal Bros Batam. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis sesaat setelah tiba di rumah sakit.
Seorang rekan kerja yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, kejadian bermula ketika Reza tengah melakukan aktivitas rutin pengecekan peralatan berat di gudang penyimpanan. “Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh keras. Saat kami lihat, Reza sudah tergeletak di lantai. Kami langsung bergegas menolong, tapi kondisinya sudah parah,” tutur rekan korban dengan nada haru.
Yang menjadi sorotan publik, pihak manajemen PT Caterpillar Indonesia disebut baru melaporkan insiden ini ke Polsek Batuaji pada malam harinya, beberapa jam setelah korban dinyatakan meninggal dunia. Tindakan tersebut dinilai janggal, karena prosedur kecelakaan kerja yang seharusnya mewajibkan laporan segera kepada pihak berwajib dan Dinas Ketenagakerjaan justru tidak dijalankan sebagaimana mestinya.
Lebih mengherankan lagi, jenazah Reza langsung diberangkatkan ke kampung halamannya di Bangka Belitung pada Jumat (3/10/2025) siang, tanpa adanya olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh pihak kepolisian. Proses pemulangan jenazah yang terkesan tergesa-gesa ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja dan masyarakat sekitar.
Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, saat dikonfirmasi media membenarkan adanya laporan terkait insiden tersebut. “Benar, ada kejadian pekerja yang meninggal di PT Caterpillar Indonesia. Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah penyebab kematian korban karena kecelakaan kerja atau faktor kesehatan,” ujarnya.
Bimo juga menegaskan, laporan baru diterima setelah korban dinyatakan meninggal dan telah diberangkatkan ke daerah asalnya. “Saat ini kami sudah memeriksa beberapa pihak, termasuk pelapor dan saksi yang pertama kali menemukan korban. Selanjutnya, kami akan memanggil pihak manajemen perusahaan untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” tambahnya.
Sementara itu, sejumlah aktivis buruh di Batam menilai, kasus seperti ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan instansi terkait. “Setiap kecelakaan kerja wajib diselidiki secara transparan. Jika benar tidak ada olah TKP, ini bisa dikategorikan sebagai pelanggaran prosedur keselamatan kerja,” ujar Dedi Prakoso, Ketua Federasi Serikat Pekerja Logam Batam.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Caterpillar Indonesia belum memberikan keterangan resmi kepada media. Sejumlah awak media yang mencoba mengonfirmasi ke lokasi perusahaan juga tidak diperbolehkan masuk oleh petugas keamanan di gerbang utama kawasan Tanjung Uncang.
Kasus kematian Reza Ramadhan kini menyisakan duka mendalam bagi keluarga di Bangka Belitung serta rekan-rekan kerjanya di Batam. Pihak keluarga berharap agar aparat kepolisian dan instansi ketenagakerjaan turun tangan penuh untuk mengusut tuntas penyebab sebenarnya dari kematian almarhum, demi keadilan dan keselamatan pekerja lainnya di masa mendatang.









