Batam  

Lagi dan Lagi, Pengungsi Afganistan di Batam Unjuk Rasa Minta Dipindahkan ke Negara Ketiga

Avatar photo
Puluhan warga Afganistan menyampaikan aspirasnya di depan kantor Imigrasi Kelas I TPI Khusus Batam, Rabu (16/3/2022). Foto: non/BI

Bataminfo.co.id, Batam – Puluhan pencari suaka asal Afganistan kembali melakukan unjuk rasa di depan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam yang beralamat di Jalan Engku Putri Nomor 3, Batam Center kota Batam, Rabu (16/3/2022).

Akbar, salah satu Warga Afganistan yang ada di lokasi menyebutkan, aksi unjuk rasa yang dilakukan hari ini adalah yang ke 19 kalinya, dengan tuntuan yang sama yakni; meminta bantuan kepada Pemko ataupun pihak instansi terkait agar segera memulangkan mereka ke negara ketiga.

“Ini udah yang ke 19 kali. Kami hari ini sekitar 70 sampai 80 orang. Tadi dari Royal Grand, jalan kaki sampe ke sini. Tuntutan kami masih sama. Kemarin kan kami udah pergi ke Kantor Pak Walikota, minta disuarakan ke United Nations High Comissioner for Reugees (UNCHR) aja. Karena nggak ada respon, semua tak ada respon. Jadi hari ini kami datang ke sini untuk tanya gimana, gitu,” terangnya.

Dia mengungkapkan, meski sudah kesekian kali bersuara, namun belum mendapatkan respon dari pihak terkait. Sementara, Akbar menuturkan, setiap hendak melakukan aksi ini, pihaknya sudah mendapatkan izin dari pihak aparat kepolisian.

“Responnya sampai sekarang belum ada. Makanya kami datang lagi untuk menanyakan. Izinnya ada. Setiap Minggu sebelum aksi, kami izin ke Polresta Barelang. Mungkin hari ini kami disini sampai jam 1 atau 2 siang,” ucap Akbar saat diwawancarai Bataminfo.co.id.

Pihaknnya berharap, Pemerinta kota Batam segera memproses para pengungsi yang kini diketahui berjumlah 500 lebih orang ke negara ketigs, agar Mereka dapat beraktifitas sebagaimana mestinya. Karena, menurut mereka, kebebasan berakitifas yang diharapkan, tak diizinkan oleh pihak Pemerintah Indonesia, terkhusunya kota Batam.

“Yah.., kami hanya minta itu aja. Bantu kami pindah ke negara lain yang mau menampung kami biar kami bisa beraktifitas layaknya manusia lain. Karena disini, kami tak bisa bekerja dan lain-lain. So, help! please,” tandasnya. (non)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *