Bataminfo.co.id, Batam – Air adalah salah satu kebutuhan pokok yang sangat penting bagi seluruh umat manusia. Namun, di wilayah Batam, Provinsi Kepulauan Riau (KEPRI), air bersih masih dikeluhkan oleh masyarakat.
Sama seperti warga di Perumahan Pesona Bukit Laguna Tanjung Piayu, Kota Batam yang sampai saat ini masih terus bergumul dengan persoalan air bersih.
Warga di Perumahan tersebut kabarnya telah bertahun-tahun berkeluh soal air. Setiap pagi, sore hingga malam warga selalu diperhadapkan dengan masalah air yang tidak mengalir selama berjam-jam, bahkan hingga larut malam.
Ketua Jaringan Safe Migran (JSM), Musa Mau mengatakan bahwa, warga pesona Bukit Laguna telah melakukan berbagai macam cara untuk advokasi ke Pemerintah melalui RT/RW hingga ke Instansi terkait, bahkan membuat dan menandatangani petisi kepada SPAM Batam, namun sampai saat ini belum membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan oleh warga.
“Padahal letak Perumahan ini tidak jauh dari DAM Duriangkang, tetapi selalu saja mengalami kekurangan air atau mati air di jam-jam tertentu, yang sangat menganggu aktifitas masyarakat. Bahkan beberapa kali kesempatan kunjungan masa Reses Anggota DPRD pun terus disuarakan oleh warga tentang masalah air yang sering mati. Tetapi tetap saja tidak membuahkan hasil seakan pemerintah tidak punya kekuatan tentang hal ini,” ujar Musa yang juga merupakan Ketua Satgas NTT Peduli Kepri, sekaligus warga Pesona Bukit Laguna. Kamis, (1/10/26).
Ia meminta perhatian serius dari pihak Pemerintah serta instansi terkait untuk segera memberikan solusi yang bijak atas persoalan penting ini.
“Oleh karena itu, kami meminta perhatian serius dari BP Batam, Pemko Batam dan juga SPAM Batam untuk Bertanggung jawab dengan serius, dengan mencarikan solusi yang tepat bagi warga Perumahan Pesona Bukit laguna supaya persoalan ini dapat segera diatasi dengan tidak merugikan warga terus dengan persoalan yang termasuk hal mudah kalau dianggap serius oleh pemerintah terhadap warganya,” ucapnya.
Kebutuhan terhadap air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi warga untuk mandi, masak, cuci dan lainya, terlebih lagi menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi Ibu-ibu rumah tangga yang memiliki anak balita.
“Ketika waktu pembayaran, Pihak SPAM Batam selalu minta untuk dilakukan tepat waktu, telat sedikit saja akan langsung diberikan SP bahkan disegel hingga pemutusan sementara. Tapi pihak SPAM sendiri tidak pernah berusaha untuk menjalankan kewajibannya dalam hal menjaga suplai air tetap berjalan lancar setiap waktu,” ujarnya.
Pihaknya meminta kepada BP Batam dan SPAM Batam dapat segera membantu menormalisasikan air bersih kepada masyarakat yang sudah menjadi masalah klasik yang terjadi selama bertahun-tahun.
“Kalau SPAM Batam tidak bisa mnyelesaikan masalah ini, maka mungkin perlu dievaluasi kembali oleh BP Batam dan Bila perlu diganti dengan perusahaan lain yang lebih profesional, kompeten dan cepat tanggap terhadap keluhan warga,” tegasnya.
*Keluhan Warga lainnya di Perumahan Laguna Piayu Batam*
Persoalan yang sama dikeluhkan oleh warga lainnya bernama Polen Lingga
yang bernasib sama di Perumahan tersebut.
Ia mengungkapkan, meski taat membayar tagihan air, namun hal itu tak sebanding dengan pasokan air yang diperolehnya.
Protes pun telah dilakukan warga namum, hingga saat ini belum juga mendapatka ln respon baik. Sehingga warga terus hidup dalam berkeluh air bersih.
“Selama 10 Tahun kami di Perumahan Pesona Bukit Laguna, kami taat bayar tagihan air. Tapi selama Delapan tahun kami mengeluh tentang air, belum ada respon dari pihak yang terkait. Yang belum kami lakukan adalah mogok bayar tagihan air. Semoga pihak BP Batam tergerak hati untuk cari solusi atas masalah ini. Tolong kami,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan oleh warga lainnya bernama John. Mengaku telah menjadi warga Perumahan tersebut, hanya menikmati air di malam hari. Itupun harus menunggu lama.
“Saya pindah ke Perumahan Pesona Bukit Laguna pada tahun 2015. Sejak awal pindah, air ATB selalu mengalir hanya di malam hari. Air mengalir itu biasanya di atas jam 23.00 WIB pada awal tahun 2015. Sehingga dulu banyak warga yang sering begadang malam hari hanya untuk menunggu air,” ujarnya.
*Pemerintah Setempat: Terpaksa Kami Pakai Air Galon*
Addi selaku Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat juga mengaku merasakan kesulitan air bersih.
Senada dengan warganya, kata dia tetesan air hanya sering mengalir di waktu malam. Meski waktunya beristirahat, namun warga lebih memilih menunggu air.
“Benar, air mati-mati terus. Malam saja hidupnya, itupun jam 12 malam sampai jam 4. Itu juga kecil. Kalau gang saya itu dari saya nempatin sudah mati-mati terus,” ucapnya.
Ia sendiri mengaku sudah lebih dari sepuluh tahun berdomisili di Perumahan tersebut. Salah satu cara yang terpaksa jadi alternatif warga adalah membeli air galon.
Addi juga menyebut, hampir keseluruhan warga di Perumahan itu memiliki keluhan yang sama.
“Saya sendiri sudah 11 Tahun disini.
Kalau nggak sempat nampung atau tampungan tidak terisi yah galon bu. Kadang hidup (mengalir) pun malam saja. Sekitar jam 12 malam sampai jam 4 pagi. Hampir keseluruhan. Mulai dari Blok nya A1, A2, B1, B2, C1, C2, C3, D1,D2, E1, E2, F1, F2, G1, G2,” tuturnya.
Selanjutnya terpisah, Ketua Rukun Warga (RW), J Saragih mengatakan, terkait persoalan air bersih, pihaknya juga telah menyampaikan kepada Air Batam Hilir (ABH). Meski demikian, belum ada solusi.
“Benar. Keluhan air bersih dari warga kami sudah dari dulu kita keluhkan dan sudah sering kita buat keluhan ke Air Batam Hilir (ABH), dan bahkan sudahh kita adukan ke dewan juga. Sebagian warga sering memakai air galon. Sudah bertahun-tahun keluhan warga terkait air bersih ini. Untuk pasokan air hanya dari ABH. Tidak ada solusi lain karna tidak ada yang memiliki sumur,” ujarnya.
Sejauh ini, ada satu langkah yang sudah dilakukan warga, yaitu menyampaikan aspirasi terkait persoalan air bersih kepada Anggtota DPRD Batam melalui forum rapat.
“Untuk bantuan dari pemerintah saat ini belum ada. Bulan Januari kita pernah rapat dengan pengurus ABH dan utusan BP Batam di rumah Pak Anwar Anas, Anggota Dewan. Hasil rapat akan disegerakan pergantian pipa dan katanya pemenang tender sudah ada. Tapi sampai sekarang ternyata hanya omon omon bu. Warga sudah mulai resah dan mau melakukan demo ke ABH dan Pemerintah. Tapi saat ini kita masih bisa redam. Tidak tau nanti kedepannya,” ucap dia.
Warga berharap agar Pemerintah, terkhususnya pihak BP Batam dan ABH dapat segera memberikan solusi yang baik.
Hal ini bukan saja diperuntukkan bagi warga Perumahan Bukit Laguna, melainkan untuk seluruh masyarakat Kota Batam dengan keluhan yang sama.











