Bataminfo.co.id, Batam– Kapten Kapal LCT Mutiara Galrib, Jenny Farini, memberikan klarifikasi terkait insiden kandasnya kapal yang ia nahkodai di perairan Dangas, Sekupang. Dalam pernyataannya pada Jumat (30/1), Jenny menegaskan bahwa operasional kapal telah memenuhi seluruh aspek legalitas dan prosedur pelayaran yang berlaku.
Legalitas Dokumen Terjamin
Di tengah proses penanganan pasca-insiden, Kapten Jenny Farini memastikan bahwa kapal dalam kondisi laik laut dengan administrasi yang sah. Ia menekankan bahwa seluruh dokumen penting telah disiapkan dan diperiksa oleh pihak berwenang.

Jenny menyatakan bahwa seluruh dokumen kapal berada dalam kondisi lengkap tanpa kekurangan.
Sementara itu untuk Izin Operasional, Kapal telah mengantongi Surat Izin Bongkar dan Surat Perintah Olah Gerak (SPOG) yang resmi.
”Seluruh berkas pendukung lainnya dipastikan sah sesuai dengan regulasi pelayaran yang ada,” ungkapnya saat wawancara dengan media, Jum’at(30/01/26).
Ia juga menuturkan Kronologi Insiden dan Faktor Cuaca yang menjadi penyebab kapal oleng.
”Insiden bermula pada hari Kamis sekitar pukul 17.00 WIB saat kapal lepas tali dari MT Navi Universe menuju Jati Bongkar di Bintang 99. Di tengah perjalanan, kapal dihantam gelombang setinggi 1 hingga 1,5 meter dari arah utara yang menyebabkan muatan di sisi kiri terendam air,” paparnya.
Ia menambahkan “Kondisi kapal miring ke kiri karena muatan terkontaminasi air. Sebagai langkah antisipasi agar tidak semakin parah, saya mengambil inisiatif untuk mengandaskan kapal di pantai terdekat, yaitu Pulau Dongas,” ujar Jenny.
Penanganan dan Keselamatan Kru
Kapten Jenny memastikan bahwa seluruh 6 orang kru kapal dalam kondisi aman dan selamat tanpa luka sedikitpun. Saat ini, pihak KSOP, Syahbandar, dan KPLP telah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan.
Ia juga menegaskan dalam hal ini KSOP, TNI AL, beserta Ditpolair Polda Kepri sigap dalam membantu langkah mitigasi lingkungan dengan pemasangan oil boom di sekitar lokasi untuk mencegah meluasnya potensi pencemaran limbah.

Hingga saat ini, kapal masih berada di lokasi awal pengandasan di Pulau Dongas guna proses evakuasi lebih lanjut.











