Bataminfo.co.id, Tanjungpinang — Persoalan kabel provider internet (WiFi) yang semrawut menumpang di tiang listrik PLN kembali menyeruak. Indahnya wajah Kota Tanjungpinang terganggu oleh belitan kabel yang melintang tak beraturan, sementara upaya mencari solusi justru terhambat oleh ketidakhadiran pihak pengusaha penyedia layanan internet.
Benyamin Sirait, Bagian Umum PLN UP3 Tanjungpinang, mengungkapkan kekecewaannya. Pasalnya, kegiatan yang digelar bersama tiga pihak PLN, pemerintah, dan pengusaha internet—berjalan timpang karena hanya PLN dan pemerintah yang hadir.
“Perihal ini kita sudah duduk kemarin bersama tiga pihak yang berkepentingan, namun yang hadir hanya pihak PLN dan pemerintah pada sebuah Podcast di salah satu Media ternama di Kepri, namun pihak dari Pengusaha provider tidak hadir. Kalau ini terus terjadi, kita jadi serba salah. Di satu sisi tak ingin memutus mata rantai usaha, di sisi lain laporan masyarakat terus masuk,” tegas Benjamin.
PLN UP3 Tanjungpinang tak menampik bahwa banyak kabel milik provider yang menumpang di tiang listrik PLN tanpa penataan yang layak. Asisten Manager ULP PLN Tanjungpinang, Deni, menyebut kondisi tersebut tidak hanya merusak estetika kota, tapi juga menimbulkan kesan semrawut pada infrastruktur publik.
“Kami akui banyak kabel internet WiFi yang menempel di tiang listrik PLN. Semua itu diurus sama anak Perusahaan kita yaitu Icon Plus (ICONNET). Ada banyak provider lain yang menggunakan tiang PLN, kalau mau tahu mengenai ijin dan lainnya itu kita ada anak perusahaan bernama Iconnet” jelas Deni, Rabu (26/11/2025).
PLN menegaskan akan memanggil Icon Plus sebagai pihak kedua yang bertanggung jawab mengawasi dan menertibkan kabel yang menjadi kewenangan mereka. Namun, penataan menyeluruh jelas membutuhkan komitmen semua pihak—khususnya para pemilik provider.
“Sebelumnya kami sudah duduk bersama pemerintah kota dan pengusaha kabel internet. Tapi pengusahanya tidak hadir. Karena itu sampai sekarang belum ada solusi,” ulang Deni, menegaskan buntu koordinasi yang terjadi.
Ke depan, PLN berkomitmen meningkatkan pengawasan melalui Icon Plus untuk menekan jumlah kabel semrawut yang menggantung di tiang listrik. Namun, mereka berharap pihak pengusaha tidak lagi menghindar dan segera ikut duduk bersama mencari jalan keluar.
“Kami berharap semua pihak bisa bekerja sama agar penataan kabel internet di Tanjungpinang bisa segera diselesaikan,” tutup Deni.
Sementara itu, laporan masyarakat terkait kabel menjuntai di tiang PLN terus berdatangan. Tanpa respons nyata dari para pengusaha provider, penataan jaringan internet di Tanjungpinang diprediksi akan kian sulit dan berlarut-larut.
(Budi)











