Iptu TH Anggota Ditresnarkoba Polda Kepri Diduga Terlibat Penggerebekan Fiktif di Batam

Avatar photo
Foto ilustrasi

Bataminfo.co.id,Batam – Dugaan keterlibatan seorang perwira menengah Polri berpangkat Inspektur Satu (Iptu) berinisial TH yang bertugas di Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Riau mencuat ke permukaan.

Nama Iptu TH disebut-sebut memiliki peran dalam aksi penggerebekan fiktif terhadap seorang pengusaha di Kota Batam berinisial BJ, yang berujung pada dugaan pemerasan dan intimidasi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (16/10/2025) sekitar pukul 22.00 WIB di kawasan Ruko Bunga Raya, Botania 1, Kecamatan Batam Kota.

Saat kejadian, delapan orang berpakaian preman mendatangi lokasi dan mengaku sebagai anggota Badan Narkotika Nasional (BNN).

Mereka melakukan penggerebekan terhadap BJ dengan dalih adanya laporan transaksi narkoba di tempat tersebut.

Namun, dari hasil penelusuran dan keterangan sejumlah saksi, aksi tersebut diduga kuat tidak resmi dan tidak disertai surat tugas.

Sumber internal menyebut, dari delapan orang yang terlibat, tujuh di antaranya diduga merupakan oknum aparat gabungan, terdiri dari anggota Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/6 Batam dan beberapa anggota Polri.

Salah satu nama yang mencuat dalam laporan adalah Iptu TH, anggota aktif Ditresnarkoba Polda Kepri yang disebut-sebut ikut mengatur jalannya operasi fiktif itu.

Korban BJ dalam keterangannya mengaku sempat diintimidasi dan diminta sejumlah uang oleh para pelaku agar tidak dibawa ke kantor BNN.

Barang-barang pribadi miliknya, termasuk ponsel dan dompet, juga sempat disita dengan alasan pemeriksaan.

Setelah peristiwa itu, BJ melaporkan kejadian tersebut ke pihak Denpom 1/6 Batam, yang langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap oknum-oknum yang diduga terlibat.

Sementara itu, Komandan Denpom 1/6 Batam Letkol CPM Dela Guslapa Partadimadja membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan pengaduan dari korban dan sedang menelusuri keterlibatan oknum TNI dalam insiden tersebut.

“Kami sudah menerima laporan dan saat ini sedang dilakukan klarifikasi internal. Apabila benar ada anggota kami yang terlibat, tentu akan diproses sesuai hukum militer,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Hingga berita ini diterbitkan, masih berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Polda Kepri, khususnya dari Kabid Humas Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, mengenai dugaan keterlibatan Iptu TH dalam kasus ini.

Saat dihubungi melalui pesan singkat, Pandra hanya menjawab singkat, “Baik, sebentar saya masih acara, nanti dihubungi,” tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.