Batam  

Influencer Yusi Fadila Jadi Korban Dugaan Penipuan Investasi Jual Beli HP, Rugi Ratusan Juta Rupiah

Avatar photo

Bataminfo.co.id ,Batam  – Warga Batam sekaligus influencer asal Batam dan juga duta investasi BP Batam Yusi Fadila, mengaku mengalami kerugian ratusan juta rupiah akibat dugaan penipuan investasi kerja sama usaha jual beli handphone (HP) di Kota Batam. Penipuan tersebut diduga dilakukan oleh rekan bisnisnya bernama Harianto, yang kini disebut telah melarikan diri membawa uang dalam jumlah besar.

Yusi Fadila mengungkapkan, kerja sama usaha tersebut awalnya bertujuan untuk membuka kios dan menjalankan bisnis jual beli HP. Namun dalam perjalanannya, dana modal dan pembelian barang justru raib dibawa oleh terduga pelaku.

“Untuk kerugian di aku pribadi dan Anwar, serta orang yang melapor memakai nama konter kami, rinciannya: aku sendiri mengalami kerugian Rp110 juta untuk modal buka kios dan Rp120 juta dana pembelian HP, total Rp230 juta,” ungkap Yusi dalam unggahan di instagram dilihat bataminfo.co.id  kamis, (29/1/2026).

Sementara itu, rekannya Anwar juga mengalami kerugian dengan total transfer pembelian HP sebesar Rp91,6 juta, serta dana dari pihak lain di wilayah Batu Besar sebesar Rp50 juta.

Tak berhenti di situ, Yusi mengaku telah menelusuri keberadaan terduga pelaku hingga ke Pontianak, tempat tinggal istri Harianto. Dari keterangan tetangga di lokasi tersebut, diketahui bahwa Harianto diduga telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan memiliki korban di berbagai daerah.

“Di Pontianak, tetangganya bilang mereka juga kena. Total kerugian semua korban disebut-sebut mencapai Rp2 miliar,” ujarnya.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Yusi mencurahkan perasaannya terkait peristiwa tersebut. Ia mengaku terpukul bukan hanya karena kerugian materi, tetapi juga karena kepercayaan yang dikhianati.

“Aku bukan investor besar. Aku hanya orang biasa yang memilih percaya. Niatku sederhana, ingin membantu orang agar bisa mendapatkan penghasilan rutin setiap hari. Aku memberikan modal usaha dengan tulus, percaya kejujuran akan dibalas kejujuran. Tapi kepercayaan itu justru disalahgunakan,” tulisnya.

Menurut Yusi, meski kerugian materi yang dialaminya tidak kecil, luka terbesar justru berasal dari runtuhnya rasa percaya.

“Kerugianku ratusan juta rupiah, tapi luka terbesarnya bukan soal angka, melainkan rasa percaya yang hancur,” lanjutnya.

Yusi juga menegaskan bahwa dirinya bukan satu-satunya korban. Ia mengaku selama ini memilih diam karena tengah menjalani ibadah di Tanah Suci dan tidak ingin mengganggu kekhusyukan ibadahnya. Namun, setelah kembali ke Indonesia, ia memutuskan untuk bersuara.

“Hari ini aku pulang ke Indonesia. Diam justru memberi ruang pada kejahatan. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Ia menyatakan, langkah ini diambil bukan untuk balas dendam, melainkan demi keadilan dan mencegah jatuhnya korban-korban berikutnya.

“Hari ini aku memilih bersuara. Bukan untuk balas dendam, tapi untuk keadilan dan perlindungan bagi yang lain. Karena ini bukan lagi soal uang, ini soal kebenaran. Mau berapa banyak lagi korban dari Harianto ini?” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait status hukum terduga pelaku. (*)