Bataminfo.co.id, Batam – Akibat mobil yang lepas kendali, tiga unit sepeda motor dihantam dari belakang bahkan salah satunya langsung ludes terbakar. Lakalantas beruntun itu terjadi Senin malam (06/04/2026) di perempatan lampu merah Simpang Jam atau yang sekarang dikenal dengan lampu merah fly over Laluan Madani. Melibatkan satu unit mobil Honda HR-V dan tiga sepeda motor yakni Honda Scoopy, Yamaha N-Max dan Honda beat yang terbakar ditempat.
Peristiwa ini langsung ditangani oleh petugas SatLantas Polresta Barelang kota Batam begitu mendapatkan laporan dari masyarakat. Kanit Lantas Polresta Barelang Iptu Victor, yang dikonfirmasi via telepon seluler menjelaskan kronologi kejadiannya kepada Bataminfo.co.id.
“Jadi mobil Honda HR-V warna coklat dengan plat nomor BP 1428 CH yang dikemudikan oleh EP, bergerak dari arah Perumahan Rose Dale menuju lampu merah fly over Laluan Madani. Mendekati traffic light mobil ini lepas kendali dan menabrak tiga unit sepeda motor yang sedang antri di lampu merah. Awalnya mobil Honda HR-V menabrak Honda Scoopy warna hitam plat nomor BP 6895 TC yang dikendarai oleh CAP”, terang Kanit Lantas Polresta Barelang.
“Kemudian menabrak motor Yamaha N-Max plat nomor BP 5780 NDND, dikendarai oleh NS yang berboncengan dengan G. Tidak cukup disitu, satu unit motor Honda beat yang berada didepannya pun dihantam hingga terbakar. Saat kami tiba disana, posisi Honda beat itu sudah ludes tanpa sisa. Motor Honda beat ini dikendarai oleh BKZ plat nomor belum diketahui, posisinya saat terbakar persis didepan pembatas jalan lampu merah fly over Laluan Madani”, lanjut Iptu Victor.
Kejadian ini sontak memicu perhatian para pengguna jalan raya yang sedang menunggu giliran jalan di perempatan lampu merah. Bahkan ada yang merekam momen tersebut dan membagikannya di sosial media. Namun tidak dijelaskan penyebab motor yang terbakar maupun upaya pemadaman apinya.
Tidak ada korban jiwa yang terpantau dari peristiwa ini, seluruh korban hanya mengalami luka ringan. Hanya BKZ yang masih menjalani perawatan intensif sedangkan tiga orang lainnya yakni CAP, NS dan G sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
Lebih lanjut ketika ditanyai tentang asumsi masyarakat terkait pengendara mobil Honda HR-V yang diduga sedang dalam pengaruh zat terlarang (narkoba), karena saat dibantu petugas kepolisian keluar dari mobilnya terlihat mengoyang-goyangkan kepala serta menunjukkan perilaku tidak normal, Iptu Victor membantah dan menjelaskan bahwa telah dilakukan tes urine dan hasilnya negatif.
“Masyarakat boleh saja menilai tapi kami langsung tes urine, kita kan tidak mungkin ngomong, kita harus ada bukti. Untuk data lengkap laka beruntun ini masih kami selidiki dan tindak lanjuti, nanti kalau sudah lengkap akan kami informasikan kembali”, pungkas Iptu Victor. (Wati)











