Heboh! Krisis Air di Tanjung Uma Batam, Ketua RT Bawa Alat Mandi ke Kantor ABH

Avatar photo
Ket Foto : Ketua RT dan Warga di Tanjung Uma Batam bawa alat mandi ke Kantor ABH | dok.Non/BI

Bataminfo.co.id, Batam – Heboh, keluhkan air tak mengalir berbulan-bulan, Ketua RT nekat bawa handuk, hendak mandi di Kantor Air Batam Hilir (ABH) Kota Batam, Senin (24/11/25).

Ia dan warganya mengeluh air yang tak mengalir, Priyono selaku Ketua RT 01 Kampung Agas, Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Batam, memutuskan untuk membawa sejumlah alat mandi seperti handuk, sikat gigi, odol gigi serta gayung ke Kantor ABH.

Kata dia, hal itu bukan sekadar simbol biasa, melainkan kondisi buruk yang tengah dialami dia dan warganya saat ini.

“Jadi karena tak ada air, saya nggak mandi. Ini saya bawa sabun, odol, handuk. Saya mau mandi, tapi nggak ditawarin mandi di sini. Dua hari ini, baru sekali saya mandi,” ujar Priyono saat dicecar pertanyaan dari awak media.

Priyono menyebut, permasalahan ini telah dialami ia dan warganya sejak masa transisi pengelola air sebelumnya ke pengelola saat ini.

Kendati begitu, Priyono sendiri mengaku puas dengan pelayanan dari pihak pengelola sebelumnya dibanding saat ini.

“Kita nggak ada air. Saya pun belum mandi. Ini Udah lama. Dari pergantian ATB ke pengelola berikutnya dan saat ini. Dari ATB, saya pernah membayar air lima ratus ribu. Karena pelayanannya bagus, airnya pun kencang, saya nggak komplain. Karena saya puas dengan airnya. Begitu transisi ke ABH, memang saya bayarnya nggak banyak, hanya dibawah 100 ribu, cuman kita nggak pernah dapat air,” ungkap dia.

Kata dia, hari ini sebagian kecil warga di beberapa RT yang berada di RW 04 turun untuk ikut menyampaikan keluhan tersebut.

“Yang turun tadi ada sekitar 30 an. Warga RW 4. Rt 1,2, 3 dan 6. Tengah malam paling ada airnya tapi nggak lama dan kecil sekali. Selama ini, kita beli air sama tetangga yang jalan, 15 ribu 1 drom. Warga terdampak ada banyak. Kira-kira 100 KK. Satu RW itu ada lebih dari seribu KK. Udah lama nggak jalan airnya. Saya juga bawa bukti meteran air saya yang nggak jalan. Diprediksi rusak, saya ganti meteran, tapi sama aja. Tapi tetap bayar,” jelasnya.

Priyono mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan pihan ABH. Kata dia, pihak ABH berjanji bakal melakukan survei langsung ke lokasi tersebut bersama BP Batam.

Kata dia, bila janji tersebut tak juga ditepati, maka mereka akan kembali menurunkan massa lebih banyak lagi.

“Kita sudah bertemu dengan pihak ABH, kita disambut baik. Jangka pendeknya, ABH dan BP Batam akan turun ke sana untuk cek langsung. Janjinya dalam minggu ini. Insyahallah kita akan turun lebih banyak lagi ke BP Batam,” katanya.