Bataminfo.co.id, Batam – Sebuah gudang penyimpanan barang seken (Balpres) dari Singapura yang berada di pemukiman warga Perumahan Aster Raya,Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, cukup menyita perhatian masyarakat.
Disebut-sebut gudang Balpres tersebut milik seseorang berinisial R, salah satu pemasok terbesar Balpres dari Singapura di Kota Batam.
Informasi yang dihimpun di lapangan, di gudang tersebut berisikan berbagai jenis barang campuran seperti Baju, Tas, Sepatu dan lainnya. Barang bekas tersebut nantinya di jual kembali oleh sang empunya gudang kepada pedagang barang seken di Kota Batam. Bahkan, sang pemilik gudang juga menjajakan barang seken tersebut disalah satu stand di Pasar Seken Aviari.
Barang- barang itu memang terlihat bagus, rapi dan bersih, sehingga banyak orang yang meminatinya. Namum aktivitas ini cukup menyita perhatian warga, dikarenakan berada ditengah pemukiman warga, dengan setiap pengangkutannya menggunakan armada khusus berkontainer.
Dari telusuran di lapangan, tak banyak warga yang mengungkapkan bahwa Gudang Seken milik R memang diakui Gudang terbesar di kawasan Aviari.
“Memang punya si R lah Gudang Seken terbesar disini. Bisa dibilang yang paling kaya lah. Bahkan penjual seken yang di Jodoh aja ngambilnya disini dek. Kalo dia buka terus tuh di pasar seken Aviari nggak jauh kok dari rumahnya dek. Kesana aja dek, adanya dia itu,” ucap warga yang minta namanya agar tidak dipublikasikan saat diwawancarai Bataminfo.co.id, Selasa (21/9/2021) kemarin.
Sementara, R sang pemilik Gudang Seken tersebut saat ditemui Bataminfo.co.id, membenarkan Gudang tersebut adalah miliknya. Namun dikatakan R, aktivitas penjualan memang tidak dilangsungkan di Gudang itu, melainkan di Pasar Seken Aviari. Dia juga mengakui bahwa dirinya sering menjual balpress tersebut ke pelanggannya di berbagai pasar seken Batam. Jodoh adalah salah satu pasar seken yang disebutnya pula.
“Iya benar saya sendiri, R. Disana itu Gudangnya saja dek. Kita jualannya disini. Atau kalau ada orang yang order baru kita keluarkan barangnya. Tadi juga ada yang dari Jodoh ngambil barang,” ucap R.
Selanjutnya, R juga tak enggan mengungkapkan terkait harga per karung dan per balpress yang dijualnya itu. Dikatakan R, harga yang ditawarkan pun berbeda, dimulai dari kisaran harga Rp800 ribu hingga Rp 5 juta.
“Ini per karungnya 800 ribu. Itu udah mix (campur berbagai jenis barang). Ada juga yang per balpress itu 100 kilo gram, harganya 5 juta,” ungkapnya. (Non)









