Bataminfo.co.id,Batam – Kasus kekerasan terhadap perempuan kembali terjadi di Kota Batam. Seorang wanita bernama W -D menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh teman prianya, seorang pengusaha importir spartpart berinisial AKN. Insiden berdarah ini dipicu oleh masalah sepele yakni sisa uang belanja bulanan yang belum diberikan.
Peristiwa ini terjadi di Hotel Penguin, Lantai 3 Kamar 342, Lubuk Baja, Batam, pada Senin (24/11/2025) dini hari. Namun, karena rasa sakit yang tak kunjung hilang, korban baru melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubuk Baja pada Selasa (9/12/2025).
Kronologi Kejadian: Dari Karaoke Berujung Petaka
Berdasarkan keterangan korban, insiden bermula ketika W-D dan AKN baru saja pulang dari tempat hiburan malam (karaoke) sekitar pukul 01.00 WIB. Setibanya di kamar hotel, suasana yang seharusnya tenang berubah menjadi tegang.
Cekcok mulut tak terhindarkan saat W-D menanyakan sisa jatah uang belanja bulanannya kepada sang pengusaha. Bukannya memberikan penjelasan baik-baik, AKN yang emosi justru mengusir W-D keluar dan mengunci pintu kamar dari dalam.
Tak terima diusir begitu saja, W-D menggedor pintu kamar yang memancing keributan.
Bogem Mentah Melayang ke Pelipis
Emosi memuncak, AKN kemudian membuka pintu. Tanpa aba-aba, ia melayangkan tinju ke arah kepala W-D. Pukulan keras tersebut telak mengenai pelipis kiri korban.
”Akibat pukulan itu, kepala korban terbentur ke dinding hingga ia terjatuh ke lantai,” ungkap sumber dari laporan tersebut.
Keributan ini sempat diredakan oleh staf Hotel Penguin. Ironisnya, karena tidak memiliki tempat tinggal lain, korban terpaksa kembali masuk ke kamar yang sama untuk beristirahat bersama pelaku setelah situasi mereda.
Korban Alami Pusing Berkepanjangan
Dua pekan berlalu, W-D ternyata masih merasakan dampak dari penganiayaan tersebut. Kepala bagian pelipisnya terus terasa nyeri dan pusing. Tak tahan dengan rasa sakitnya, pada Selasa (9/12/2025) pukul 15.45 WIB, ia akhirnya memeriksakan diri ke RS Santa Elisabeth Batam untuk melakukan visum dan melanjutkan kasus ini ke jalur hukum.
Polisi Lakukan Penyidikan
Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.
”Ya, benar. Saat ini kami masih dalam proses penyidikan,” tegas Iptu Noval singkat saat dikonfirmasi awak media, Rabu(10/12/25).
Kini, kasus tersebut tengah didalami oleh pihak kepolisian untuk memproses dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh sang pengusaha impor.
Gara-gara Uang Belanja Tak Cair, Pengusaha Importir Spart Part Berinisial AKN di Batam Tega Aniaya Teman Wanita di Hotel











