Bataminfo.co.id, Batam – Pihak Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Batam Polda Kepulauan Riau (KEPRI) membeberkan hasil pemeriksaan forensik jasad Security PT VME Tanjung Sengkuang Batam, Randi Kurniawan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Tim Forensik Polresta Barelang, Dokter Indra Faisal yang menangani pemeriksaan tersebut saat dikonfrimasi oleh awak media pada Rabu, (19/6/24).
Dokter Indra menyebut, pihaknya tak menemukan adanya tanda kekerasan pada fisik pemuda tersebut.
“Diantar kesini pagi tadi, sekitar jam 10.00 pagi. Pada tubuh Jenazah itu tidak terdapat tanda-tanda kekerasan. Keluar darah itu cuma dari mulut dan hidung, sehingga kita menguatkan kita bahwa ada masalah penyakit yang terdapat dalam tubuhnya. Keluar darah dari mulut dan hidung itu bukan karena adanya benturan, kekerasan dan lainnya. Banyak hal. Bisa dari kepala, lambung. Bisa kena hati. Bagian kepala. Hanya bisa berpikir kemungkinan dari hati, atau lambung,” jelasnya.
Secara spesifik Dokter Indra tak menjelaskan terkait diagnosa penyakit yang diduga diderita oleh Almarhum. Namun, pihaknya menerangkan kemungkinan penyakit dalam tubuh RK.
“Karena kita hanya melakukan pemeriksaan luar, jadi kita hanya berpikir dari kemungkinan-kemungkinan, yang mana kemungkinan dari hati atau dari lambung. Nggak bisa kita mendefinisikan ini dari bagian tubuh mana gitu,” jelasnya.
Lagi kata dia, “Darahnya luamayan banyak. Dia kalau sudah lebih dari setengah jam, maka itu ada tanda-tanda kematian pasti dan tanda kematian tidak pasti. Kalau tanda kematian tidak pasti itu berhentinya ada 3 sistem, yakni sistem nafas, sistem saraf dan sistem sirkulasi. Lalu kalau tanda kematian pastinya itu dilihat dari lebamnya, kakunya. Artinya sudah pasti mati. Nah kalau ini (korban RK) kan ada lebamnya pada bagian kanan. Lebam ini kadang muncul di bagian yang banyak tertekan, bukan karena tanda kekerasan,” sambungnya.











