Bataminfo.co.id, Tanjungpinang – Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Kepri sampai saat ini hanya mengelola 1 Pelabuhan Saja yang berada di Kabupaten Kepulauan Anambas Hal ini di sampaikan oleh Kepala Dinas DKP Tengku Arif Fadilah ketika diwawancara Bataminfo.co.id, pada, Selasa 29 November 2022.
“Pemerintah Kepri hanya mengelola Pelabuhan Perikanan di Anambas, sedangkan di Batam dikelola pihak swasta, dan di Natuna dikelola Kementerian Kelautan dan Perikanan,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri
Arif menjelaskan setiap pelabuhan perikanan tersedia cold storage atau ruangan pembeku ikan hasil tangkapan nelayan, untuk di Pelabuhan Antang Kabupaten Kepulauan Anambas, Cold Storage Hanya Mampu Menampung 100 Ton Ikan saja
“Bayangkan Dari banyak kapal yang bersandar Hanya 100 Ton saja yang bisa kami tampung, terus sisanya mau di bongkar di mana, ini yang masih dilema, kalau di Jawa sana kapal mulai bersandar truk antri panjang, tapi kalau di Anambas ikan di bongkar, tidak tau lagi mau di jual kemana” Jelasnya kembali
Bahkan retribusi yang kami Terima pertahun hanya 1 Miliar Rupiah Dari aktivitas bongkar muat ikan, kita banyak dapat pemasukan dari penjualan air dan Es.
“Retribusi yang diperoleh Kepri dari pengelolaan pelabuhan perikanan di kawasan Antang, Pulau Tarempa, Anambas sekitar Rp1 miliar per tahun, itu langsung kita masukkan ke Kas Daerah sebagai sumber pemasukan” ungkapnya.
Selanjutnya ketika di singgung mengenai izin Kapal-kapal pukat maupun kapal nelayan tradisional, Kepala dinas DKP Menyatakan semua peraturan mengenai perizinan kapal sudah berada di wilayah kementerian
” Regulasi keseluruhan Terkait aturan kelautan sudah masuk ke kementerian”
Selain itu menurut keterangan sekretaris dinas DKP Provinsi Kepri, berdasarkan Peraturan Kementerian bahwa kapal-kapal yang melakukan pengambilan ikan harus mengikuti aturan
“Perlu di Ketahui, 0 sampai 12 Mil itu kapal yang boleh menangkap hanya kapal nelayan di bawah 10 GT, di atas 10 Gt 12- 30 mil, untuk kapal pukat itu tidak di bolehkan sampai berapa mil pun” Jelasnya kembali (Budi)







