Bataminfo.co.id, Batam – Front Pemuda Nusantara (FPN) Kepulauan Riau (KEPRI) batal melakukan aksi unjuk rasa yang sebelumnya sempat direncanakan pada Senin, 16 Maret 2026 kemarin.
Aksi unjuk rasa ini diketahui akan mengangkat isu mengenai dugaan pelanggaran pidana UU ITE Pasal 27 ayat 2 (Perubahan UU 1/2024 dan pasal 28 ayat 1 tentang berita bohong, KUHP 378 tentang penipuan, pasal 303 KUHP dan UU TPPO.
Ada dua titik yang direncanakan menjadi lokasi dilakukannya aksi demonstrasi tersebut, antaralain; di Gedung Pemerintah Kota (PEMKO) Batam, dan di PT Anhong Media Internasional Indonesia, Kota Batam.
Rencana aksi tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menyampaikan pandangan kritis dari FPN Kepri sebagai bentuk pengawasan adanya pergerakan pelanggaran hukum.
Kendati demikian, rencana aksi tersebut tak dilakukan sesuai waktu, sebagaimana yang telah disampaikan melalui surat resmi dari pihak FPN sendiri.
Hal ini disampaikan oleh Diky Chandra selaku Koorinator Umum FPN saat dikonfirmasi oleh Tim Redaksi Media Bataminfo pada Selasa, (17/3/26) melalui sambungan telepon WhatsApp.
Kepada Tim Media Bataminfo, Diky membeberkan alasan krusial pihaknya batal melakukan aksi terencana itu.
“Kita tetap demo, tapi saat ini hanya ditunda waktu saja. Mungkin di awal Bulan besok (April). Karena udah mau idul fitri juga. Kemudian, pasukan kita juga rata-rata udah pada mudik. Jadi banyak pertimbangkan. Kita juga koordinasi dengan pihak Aparat keamanan,” ungkap Diky.
Selain itu, Diky juga menegaskan bahwa tak ada intervensi atas keputusan pihaknya dalam membatalkan aksi demonstrasi itu.
“Kalau intervensi tak ada. Sampai saat ini dari pihak manapun, belum ada,” tegas dia.
Menurutnya, perjudian dapat mencoreng wajah Batam sebagai Kota Madani. Untuk itu, Diky menyebut, pihaknya akan tetap melakukan aksi dengan tuntutan yang sama, sebagai bentuk pengawasan.
“Tuntutan kita sama. Kita dukung program Asta Cita Pak Prabowo, untuk melawan perjudian. Apalagi Batam adalah Kota yang modern. Jika ada perjudian ini akan mencoreng nama Batam. Karena Batam bukan hanya Kota Madani, tapi ada aktivitas terselubung yang saat ini jadi sorotan. Untuk itu, kita akan tetap aksi di awal bulan nanti,” ucapnya.











