Dampak Pengerjaan Jembatan, Puluhan Rumah Terdampak Banjir dan Longsor di Tiban, Hendrik: BP Batam Segera Siasati!

Avatar photo
Hendrik anggota dprd Batam saat memantau lokasi longsor dan banjir di tiban, fot: non BI

Bataminfo.co.id, Batam – Cuaca ekstrem yang melanda kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengakibatkan longsor pada tepi Jembatan yang sedang dalam tahap pembangunan, berlokasi di Tiban Kampung. Kamis, (6/10/2022). 

Mirisnya, longsor tersebut bahkan berakibat banjir yang meluap hingga ke puluhan rumah warga yang berada di sekitar Jembatan tersebut sejak siang tadi dan sempat membuat warga panik. 

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari seorang Warga setempat, mengatakan bahwa banjir yang melanda rumah mereka bahkan setinggi pinggang orang dewasa. Dia mengungkapkan, terjadi penyumbatan pada saluran air, tepat dilorong jembatan sehingga air meluap naik dan menggenangi sebagian rumah warga. 

“Ini jembatannya baru dibangun, belum selesai ini. Itu bagian bawah sebagian udah hancur. Kesumbat jadi air itu meluap naik  ke atas, masuk ke rumah warga. Selama ini naikpun segini (sebetis orang dewasa). Tapi sekarang naiknya segini (pinggang orang dewasa) akibat tertutup scaffolding. Akhirnya sampah-sampah itu menutup dan menyumbat saluran air,” tutur Pria yang enggan menyebut namanya. 

Kata dia, pihaknya (warga setempat) sempat berupaya untuk sigap melakukan pengecekan pada jalur yang mengalami penyumbatan sebelum pihak terkait melakukan peninjauan. Pria itu mengatakan, hal itu dilakukan warga sekitar demi mengantisipasi banjir yang lebih besar lagi ke rumah warga. 

“Karena tertutup Scaffolding itu tadi, makanya dibongkarlah biar tau dulu kami kayak mana airnya itu lewat. Bukan kami merusak. Bukan kami tak mengikuti Pemerintah, tapi kami berupaya biar air lancar aja dulu. Intinya, untuk mengantisipasi, kita actionnya dulu,” ucapnya. 

Sementara, Hendrik selaku Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Batam, Dapil Sekupang yang tampak meninjau langsung lokasi longsor dan banjir, kepada Bataminfo.co.id, dirinya menyebutkan, banjir yang terjadi ini merupakan dampak dari pengerjaan Jembatan. 

“Banjir ini tentu dampak dari pengerjaan Jembatan yang akan dilebarkan di Tiban Kampung ini. Mereka tidak siasatin jika terjadi hujan tiba-tiba begini. Kira-kira ada Lima Puluh (50) KK yang terdampak banjir. Hari ini kita tak sangka bisa terjadi hujan deras hingga banjir di rumah warga,” ucapnya. 

Hendrik mengungkapkan bahwa dirinya telah mengkomunikasikan peristiwa tersebut kepada pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam agar segera melakukan pengecekan ke lokasi tersebut. Dirinya juga mengatakan, akan meminta kepada pihak terkait (Pemerintah) untuk meninjau dan memperhatikan setiap rumah warga yang terdampak banjir. 

“Saya juga sudah menyampaikan kepada teman-teman BP Batam untuk segera cek ke lokasi. Dan segera mensiasati hal-hal seperti ini agar tidak terjadi lagi. Mereka melakukan pelebaran jembatan ini sehingga ada mol-mol yang menutup jalannya air, sehingga terjadi penyumbatan. Makanya tadi warga disini coba memindahkannya agar air bisa lewat. Tadi Tokoh Masyarakat juga nanya, apakah ada atau tidak perhatian dari Pemerintah. Sehingga, saya akan coba sampaikan hal itu. Masyarakat pun nanti disampaikan claimnya. Tapi kalau hanya banjir lewat saja, saya mohon kepada masyarakat harus memahami karena ini musibah yang tidak kita inginkan juga,” tandasnya. (Non/BI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *