Bataminfo.co.id, Tanjungpinang – Mengantispasi penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan Ruminansia seperti Sapi, Kerbau, Kambing. Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang langsung mengambil aksi cepat dengan meningkatkan kewaspadaan.
Kewaspadaan dimaksudkan dengan turun langsung ke kandang atau peternakan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, sosialisasi, komunikasi, informatika dan edukasi, serta melakukan disenfeksi kandang ternak.
Kepala Dinas DP3 Kota Tanjungpinang, Yoni Fadri menuturkan sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya hewan yang terpapar virus PMK di Tanjungpinang. Pihaknya berkoordinasi dengan Balai Karantina Pertanian Tanjungpinang untuk mengecek hewan yang masuk ke Tanjungpinang.
“Belum ada hewan di Tanjungpinang terpapar virus PMK, kami harap virus itu tidak masuk ke Tanjungpinang. Kami tadi juga sudah turun ke kandang-kandang peternakan sapi, kami lakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak, kami juga semprotkan Disenfeksi ke kandang-kandang ternak,” ujar Yoni ditemui dikantornya, Jumat (20/5/2022) sore.
Yoni menjelaskan terkait Surat Edaran yang dikeluarkan Badan Karantina Pertanian Balai Karantina Pertanian Kelas Kelas I Jambi nomor : S-1097/KR.120/K.24.B/05/2022, pada tanggal 15 Mei 2022. SE tersebut bukan menutup pintu atau melarang pengiriman sapi dari Jambi ke Tanjungpinang.
“Pintu masuk ditutup itu tidak ada. Hanya saja ada aturan yang sebelum-sebelumnya sedikit diabaikan. Nah dengan adanya wabah ini maka ada pengetatan aturan seluruhnya. Ada sih ternak-ternak yang dibeli pedagang kita masih tertahan di Kuala Tungkal, karena ada beberapa syarat yang tidak dipenuhi. Terkait SE Badan Karantina itu, memang ada penghentian sementara tapi dalam keterangannya itu kan melengkapi dokumen berupa surat keterangan kesehatan hewan,” ucap Yoni.
Diterangkan Yoni, untuk di Tanjungpinang sendiri terdapat 135 kandang ternak berpotensi terhadap penyakit terdiri dari 56 Rumah Tangga Peternak (RTP) Sapi, 71 RTP Kambing dan 8 RTP Babi.
“Dan sudah kami lakukan pemeriksaan kesehatan dan Alhamdulillah sampai saat ini masih aman tidak ada hewan yang tertular PMK,” terang Yoni.
Pada kesempatan ini, Kadis DP3 mengimbau kepada pemilik kandang peternakan untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan baik kandang dan hewan ternak. Segera laporkan ke dinas terkait untuk diteruskan ke Pemerintah Provinsi Kepri agar segera dilakukan pengujian.
“Ciri-ciri hewan yang terpapar PMK seperti gusi melepuh, dicelah-celah kuku timbul lepuh, mulut berbuih dan panas tinggi. Dan kami meminta para peternak untuk hewan ternaknya untuk diberikan jarak. Karena takutnya jika tidak berjarak, jika salah satu satu terpapar virus maka semuanya bisa ikut terpapar,” pungkasnya. (ias)









