Bataminfo.co.id, Batam – Aliansi Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia bersama serikat Buruh lainnya kembali turun ke jalan untuk melakukan aksi unjuk rasa.
Aksi unjuk rasa (Unras) ini dilakukan sejak pagi tadi di depan Kantor Pemko Batam. Massa aksi dalam demontrasi kali ini ditafsir berjumlah ± 500 orang.
Tampak sejumlah Buruh juga memegang karton yang bertuliskan; “Cukup cintaku yang kandas. Aspirasiku jangan!!!! Naikkan UMK 15%,” demikian bunyi tulisan tersebut.
Seorang Orator dalam orasinya mengungkapkan bahwa pihaknya merasa kecewa terhadap Walikota Batam, Muhammad Rudi dan Kadisnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti karena belum memberikan salinan rekomendasi dari hasil rapat dengan Dewan Pengupahan Kota beberapa waktu lalu.
“Rapat Dewan Penguapahan Kota hanya membahas usulan. Hari Kamis kita datang ke Disnaker untuk lakukan pengawalan, terjadi rapat dewan pengupahan, mereka bersepakat 15 persen harga mati. Dua hari sebelumnya, koalisi serikat buruh sudah survei di beberapa pasar dan ternyata harga sembako ugal-ugalan naik. Sampai detik ini, dewan pengupahan tidak menerima salinan itu. Artinya kita dikadalin kadisnaker. Kami meminta, Walikota memanggil Kadisnaker untuk menjelaskan kepada kami semua perihal rekomendasi siluman ini,” ucapnya. (Non/BI)











