BPJS Kesehatan Ikut Dukung Program Pemerintah, Masyarakat Bisa Nikmati Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Avatar photo
Deputi Direksi Wilayah II Octavianus Ramba.dok : Zel

Bataminfo.co.id, Batam – BPJS Kesehatan Cabang Batam melaksanakan giat media gathering Provinsi Kepulauan Riau, Selasa(06/05/25) di Aston Batam Hotel & Residences, Kp Pelita, Kota Batam.

Giat ini dihadiri langsung oleh Deputi Direksi Wilayah II Octavianus Ramba dari Pekanbaru. Pada kesempatan kali ini BPJS fokus dalam pembahasan Dukungan BPJS Kesehatan pada program pemerintah.

Octavianus menyebut kegiatan ini sekaligus memaparkan perkembangan JKN di Provinsi Kepulauan Riau. Disebutnya, kepesertaan JKN dalam lingkup nasional sudah tercatat ada 279.836.564(98.20%) jiwa yang sudah teregistrasi.

Sementara itu untuk di Kepulauan Riau tercatat ada 2.187.852 jiwa (96.30%). Hasil tersebut adalah cakupan peserta JKN Provinsi Kepulauan Riau.

“Saat ini untuk di Kepri bisa kita katakan cakupan peserta belum tercapai sesuai Perpres 12/2025 tentang RPJNM 2025/2029, yaitu di tahun 2025 cakupan peserta minimal dipresentasi 98,6%. Untuk data keaktifan kartu juga seharusnya minimal diangka 80%. Sedangkan di Kepri masih diangka 76%,” paparnya.

Lanjutnya, Ia menjelaskan untuk pemanfaatn selama tahun 2024 adalah 6.16juta/tahun atau kunjungan 23.250 perhari di Seluruh Faskes Povinsi Kepulauan Riau.

“Untuk biaya pemanfaatan pelayanan kesehatan ada 1.504 Trilliun yang telah kita bayarkan ke seluruh faskes yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” tutur Octavianus.

Pada musim Haji kali ini, Octavianus menuturkan , seluruh jamaah haji harus dipastikan kartu JKN wajib aktif agar pelayanan kesehatan pada jamaah haji menggunakan skema JKN.

“Ini harus dipastikan seluruh jamaah dan petugas haji wajib terdaftar. Peserta JKN dan kartunya wajib aktif, untuk itu kami bekerja sama dengan kementrian agama ditingkat Kabupaten agar kartunya aktif sebelum berangkat,” jelasnya.

Lanjutnya, “kami juga memastikan mekanisme jamaah haji di Asrama haji dan proses rujukan ke Rumah Sakit jangan sampai mengalami hambatan. Peserta JKN ini juga diperiksa dulu sebelum berangkat dan setelah pulang masih bisa mendapatkan pelayanan tersebut,” lanjutnya.

Octavianus juga menambahkan, BPJS kesehatan juga mengadakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang sekarang menjadi program pemerintah.

“Ada beberapa program PKG yang sudah berjalan sesuai dengan skema JKN, memang berbeda sedikit dengan pemerintah. Alur pelakasanaannya kita mulai dengan skrining kesehatan dalam program JKN bisa diisi di mobile JKN, setelah diisi melalui mobile JKN, nanti langsung keluar hasilnya. Apakah beresiko penyakit atau tidak, nanti akan diarahkan sesuai dengan faskes terdekat baru nanti dokter yang mengarahkan ke pemeriksaan lab jika memang perlu dilakukan. kesimpulannya program pemerintah seperti PKG ini kita juga sudah jalankan,” tegasnya.

Lanjutnya lagi adalah program REHAB (Rencana Pembayaran Bertahap) ialah program yang memberikan keringanan dan kemudahan bagi peserta yang masih memiliki tunggakan bisa dicicil selama 12 bulan, untuk peserta mandiri selama dicicil kartunya belum aktif.

“Kita sarankan jangan nunggu sakit baru nyicil, mumpung masih sehat bisa mulai dicicil. Proses mudah pilih menu rehab lalu ikuti pentunjuknya kita cicil sampai lunas dan kartu akan aktif,” sebutnya.

Untuk itu kami mohon dalam hal ini media sebagai penghubung ke masyarakat bisa ikut membantu memastikan program JKN/KIS dapat diakses dan dipahami oleh masyarakat.

“Semoga bisa meningkatkan kesadarn publik tentang JKN – KIS,mungkin banyak yang negatif tapi kita harus tahu bahwa banyak sekali masyarakat yang bersyukur dengan adanya program JKN ini kita ambil yang positifnya, khususnya di Kepulauan Riau semoga bisa berjalan dengan baik,” tutupnya.(Zel)