Bos Konter HP di Sei Lekop Tewas Gantung Diri

Avatar photo

Bataminfo.co.id, Batam – Warga Kavling Sungai Lekop, Kecamatan Sagulung, digegerkan dengan penemuan seorang wanita muda bernama Bangunniari Panggabean yang ditemukan tewas gantung diri di kediamannya, Sabtu (13/9/2025) malam.

Korban yang lahir di Sibabangun, 12 Maret 2003, diketahui merupakan pemilik sebuah konter handphone di kawasan setempat. Sosoknya dikenal oleh sebagian warga karena kerap melayani pembeli di tokonya. Namun di balik kesehariannya, korban ternyata tinggal seorang diri di rumahnya yang beralamat di Blok F 10 No. 19, Kelurahan Sungai Lekop, Kecamatan Sagulung.

Salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tergantung dengan seutas kain yang diikat ke ventilasi pintu rumah.

“Saat ditemukan, korban masih mengenakan kaos putih dan celana pendek berwarna coklat. Kejadian ini benar-benar membuat warga kaget karena tidak ada tanda-tanda sebelumnya,” ungkapnya.

Warga juga menuturkan suasana rumah korban terasa menyeramkan ketika aparat kepolisian bersama petugas medis datang untuk melakukan evakuasi. Pintu rumah yang terkunci dari dalam terpaksa dibuka, dan pemandangan yang tersaji langsung membuat geger lingkungan sekitar.

“Korban tinggal sendirian, jadi mungkin tidak ada yang tahu apa yang sedang ia rasakan. Saat ditemukan, suasana rumah sangat hening, hanya ada tubuh korban yang sudah tidak bernyawa,” tambahnya.

Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, saat dikonfirmasi pada Minggu (14/9/2025) siang, membenarkan adanya peristiwa bunuh diri tersebut. Jenazah Bangunniari langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan visum.

“Korban sudah kita evakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara. Hingga saat ini motif korban nekat mengakhiri hidupnya masih dalam penyelidikan. Kami akan memintai keterangan saksi-saksi dan keluarga dekat korban,” ujarnya.

Pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti tindakan nekat ini, namun dugaan sementara korban mengalami tekanan psikologis atau permasalahan pribadi yang belum diketahui. Beberapa warga menduga korban merasa kesepian karena hidup sendiri, sementara sebagian lain menyebut belakangan ia tampak murung meski tetap membuka usahanya.