Batam  

Akibat Pelebaran Jalan Simpang Baloi, Warga Keluhkan Tak Lagi Bisa Berjualan

Avatar photo
Ruas jalan Simpang Baloi yang dilebarkan pada tahun 2018 silam. Foto : Bora/Bi

Bataminfo.co.id, Batam – Pembangunan infrastruktur jalan merupakan langkah pemerintah sebagai percepatan pembangunan ekonomi. Meskipun demikian pemerintah haruslah memperhatikan dampak sekitar, agar keberlangsungan hidup masyarakat kedepannya lebih berkualitas.

Seperti yang dirasakan oleh pelaku usaha pinggiran pada Jalan Bunga Raya, simpang Baloi, Lubuk Baja, Batam. Pelebaran jalan yang ada dinilai mematikan usaha mikro menengah masyarakat sekitar.

Salah satunya yang dirasakan David Rio (37). Akibat pelebaran jalan yang dibangun pemerintah pada tahun 2018 silam, dia yang merupakan pedagang kaki lima merasa dirugikan.

“Semenjak 4 tahun pelebaran jalan, saya dan warga terdampak terutama yang memiliki usaha merasa dirugikan, bahkan warung dan bengkel depan banyak yang tutup,” keluh David sambil menunjukan lokasi pelebaran jalan, Jum’at (30/7/2021).

David yang sebelumnya merupakan pelaku usaha service Komputer dan rental Playstation ini mengklaim, bahwa pembangunan proyek yang ada tidak sesuai sebagaimana perjanjian di awal.

“Waktu itu orang proyek janji akan menghubungkan antara jalan dan rumah saya seperti sebelum ada pembongkaran, agar kami bisa usaha seperti dulu, tapi kenyataannya tidak tuntas,” jelas David.

Dirinya dan warga sekitar berharap agar pemerintah memperhatikan keresahan dampak lingkungan akibat perluasan jalan yang ada.

“Kami mendukung perluasan jalan, tetapi di situ juga ada hak kami yakni agar pembangunanya di tuntaskan dan kami bisa usaha lagi, toh tidak menjadi kendala perluasan jalan yang ada,” tutup David. (Bora)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *