Bataminfo.co.id, Bintan – Penguatan sumber daya manusia (SDM), peningkatan kualitas pendidikan, serta keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah menjadi perhatian dalam kegiatan MAPABA Akbar dan Seminar Ruang Nalar Part 03 yang digelar Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Tanjungpinang-Bintan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Ilmu Falak STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (SAR Kepri), Sabtu (24/10/2026), tersebut menjadi ruang pengembangan intelektual sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan organisasi kepemudaan.
Mengusung tema “Dari Kaderisasi Menuju Prestasi: Membangun Kader Intelektual yang Kritis, Meningkatkan Partisipasi Generasi Muda, dan Memperluas Akses Beasiswa untuk Kemajuan Daerah”, kegiatan ini menekankan pentingnya mencetak generasi muda yang kritis, berintegritas, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Ketua STAIN SAR Kepri, Prof. Dr. Azni, M.Ag., dalam arahannya menegaskan bahwa mahasiswa, khususnya kader PMII, memiliki tanggung jawab moral sebagai kelompok intelektual dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Menurutnya, mahasiswa perlu mengembangkan keberanian berpikir kritis, menyampaikan pandangan secara santun, serta menghadirkan solusi konstruktif terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Transformasi kelembagaan institusi pendidikan tinggi Islam di daerah terus diupayakan agar dapat memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan berkualitas bagi generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bintan, Muhammad Lukman, S.Ag., M.H.I., yang hadir mewakili Bupati Bintan, menyampaikan bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia.
Ia menilai, organisasi kepemudaan memiliki peran penting sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah dalam memberikan masukan dan rekomendasi terhadap kebijakan pembangunan.
Partisipasi generasi muda, lanjutnya, dibutuhkan dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, hingga lingkungan.
“Kami mengajak kader-kader muda untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Jadilah generasi yang tidak hanya pandai mengkritik, tetapi juga mampu menawarkan solusi dan mengambil bagian aktif dalam perubahan,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua PC PMII Tanjungpinang-Bintan, Muhammad Al Mujrin, menyoroti pentingnya kaderisasi sebagai ruang pembelajaran, pembentukan kepemimpinan, serta penguatan wawasan kebangsaan.
Menurutnya, proses kaderisasi harus mampu melahirkan kader yang berintegritas, memiliki daya pikir kritis, dan peka terhadap persoalan sosial di masyarakat.
Selain penguatan kaderisasi, ia juga mendorong perluasan akses beasiswa bagi generasi muda di Kabupaten Bintan agar kesempatan menempuh pendidikan tinggi dapat terbuka lebih luas, tanpa terkendala persoalan ekonomi.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk menciptakan generasi muda Bintan yang unggul, berdaya saing, dan mampu mengawal pembangunan daerah secara berkelanjutan.
“Melalui sinergi yang terbangun secara berkesinambungan antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat, diharapkan lahir generasi muda Bintan yang unggul, berdaya saing, serta siap mengawal kemajuan daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya.
(Budi)











