Bataminfo.co.id, Batam — Suasana haru menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam saat menggelar acara pisah sambut Kepala Rutan pada Jumat (28/8/2026). Tongkat kepemimpinan resmi berganti dari Fajar Teguh Wibowo kepada Kepala Rutan yang baru, Bambang Febriansyah.
Acara yang dihadiri jajaran internal Rutan Batam, para pemangku kepentingan (stakeholder), serta tamu undangan tersebut berlangsung penuh kehangatan.
Dalam pesan perpisahannya, Fajar Teguh Wibowo tak menampik bahwa momen pamitan ini menjadi ujian emosional tersendiri. Bagi Fajar, hubungan yang terjalin selama masa dinasnya telah melampaui ikatan kerja formal.
”Mudah-mudahan silaturahmi ini terus terjaga. Karena silaturahmi itu memperbanyak rezeki dan memperpanjang umur,” ujar Fajar.
Fajar mengungkapkan, meninggalkan Batam berarti meninggalkan keluarga besar yang telah berjuang bersama mengarungi berbagai tantangan organisasi. Ia menggarisbawahi berbagai kendala lapangan—mulai dari kapasitas hunian yang padat, keterbatasan sarana dan prasarana, efisiensi anggaran, hingga tingginya tuntutan pelayanan publik serta keamanan.
”Namun saya selalu percaya satu hal: tidak ada tantangan yang terlalu besar ketika kita menghadapinya bersama-sama. Apa yang telah kita capai bukanlah hasil kerja seorang kepala rutan semata, melainkan buah dari kerja keras kita semua,” tuturnya.
Di bawah kepemimpinan Fajar, Rutan Batam aktif mengeksekusi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Langkah konkret diwujudkan lewat penguatan deteksi dini gangguan keamanan, perbaikan tata kelola administrasi, digitalisasi layanan, hingga keterbukaan publik.
”Pelayanan bukan sekadar kewajiban, tetapi merupakan wajah dari institusi kita,” tegas Fajar.
Sementara itu, Karutan Batam yang baru, Bambang Febriansyah, menegaskan kesiapannya untuk melanjutkan program-program positif yang telah berjalan. Ia berkomitmen memperkuat sinergi dengan Forkopimda, instansi vertikal, media, dan seluruh mitra kerja.
”Apa yang sudah baik, termasuk sinergi dan koordinasi dengan stakeholder maupun rekan-rekan media, akan terus kita pertahankan bahkan kita tingkatkan,” kata Bambang.
Menariknya, penugasan di Batam menjadi pengalaman pertama bagi Bambang. Ia mengaku terkesan dengan dinamika dan kemajuan kota ini.
”Jujur, pertama kali menginjakkan kaki di Kota Batam saya merasa seperti bermimpi. Kota Batam ternyata luar biasa keren,” ungkapnya ramah.
Dengan bergantinya nakhoda kepemimpinan ini, Rutan Kelas IIA Batam diharapkan dapat terus mempertahankan capaian yang ada sekaligus menghadirkan inovasi baru dalam sistem pengamanan, tata kelola pelayanan, serta pembinaan bagi warga binaan.












